Unika Buka Prodi Kedokteran

81
BERIKAN SK : Menristek Dikti M Nasir memberikan SK pembukaan prodi kedokteran kepada Rektor Unika Soegijapranata Semarang, Prof Ridwan Sanjaya, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)
BERIKAN SK : Menristek Dikti M Nasir memberikan SK pembukaan prodi kedokteran kepada Rektor Unika Soegijapranata Semarang, Prof Ridwan Sanjaya, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Proses pengajuan pembuatan Program Studi (Prodi) Kedokteran yang dilakukan Universitas Khatolik (Unika) Soegijapranta Semarang sejak 2013 lalu, akhirnya resmi mendapatkan izin untuk membuka program studi sarjana dokter dan profesi kedokteran, mulai tahun ajaran 2019/2020.

Izin pembukaan prodi sarjana dokter dan profesi kedokteran diserahkah langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir, Senin (11/2) siang.

M. Nasir mengatakan jika proses pembukaan prodi yang berhubungan dengan kesehatan memang tak bisa dilakukan dengan cepat. Hal tersebut dikarenakan, untuk prodi tentang kesehatan pihak Kemristek Dikti harus melibatkan 6 institusi untuk memutuskan apakah suatu universitas bisa membuka Prodi Kesehatan.

“Memang prosesnya lama, karena kami harus berbagai pihak seperti Kemenkes, IDI, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), ARSPI, dan Asosiasi Fakultas-fakultas Kedokteran Seluruh Indonesia,” kata Nasir usai memberikan surat keputusan (SK), di Kampus Unika Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan jika Prodi Kedokteran Unika nantinya akan punya tugas khusus, yakni harus mendidik anak-anak dari kawasan terluar, tertinggal dan terdepan. Salah satunya adalah menampung anak-anak dari kawasan Indonesia Timur, terutama dari Papua dan Papua Barat. “Pemerataan harus lebih baik, kami meminta agar Unika bisa mendidik anak-anak Indonesia yang tidak mampu, berasal dari daerah 3T, Papua dan Papua Barat. Dua daerah itu perlu didorong karena kesehatan masih sangat kurang,” tambahnya.
Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata Semarang, Prof. Ridwan Sanjaya mengatakan jika pendirian prodi kedoktera, sengaja dilakukan untuk menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air. Lulusan dokter juga harus mau mengabdi di daerah 3T. “Melalui prodi kedokteran, kami berharap Unika semakin komprehensif dalam mendukung program pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dibukanya prodi kedokteran, menurut Ridwan adalah sebuah sejarah. Sebelumnya Visi terkait Prodi Kedokteran sudah digagas oleh rektor-rektor sebelumnya dan yayasan dalam beberapa periode, hingga akhirnya terwujud pada saat ini. “Ini adalah awal perjuangan, kami berkomitmen mencetak lulusan dokter berkompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air, serta siap mengabdi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar),”tambahnya.

Nantinya prodi kedokteran akan menempati lokasi baru di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) yang beberapa waktu lalu telah dilakukan groundbreaking. Pembangunan kampus beru itu sendiri diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih dua tahun mendatang . “Kampus baru ini akan berdampingan dengan Rumah Sakit Sandjojo yang dibangun bersebelahan. Untuk penerimaan mahasiswa baru, kami akan bekerja sama dengan RSUD R. Soedjati Soemodiardjo di Grobogan,” pungkasnya.(den/zal)