Terlilit Utang Judi Online, Gantung Diri

43
TUNJUKKAN LOKASI : Petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang bersama petugas Polsek Pedurungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Senin (11/2) kemarin. (M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
TUNJUKKAN LOKASI : Petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang bersama petugas Polsek Pedurungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Senin (11/2) kemarin. (M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemuda bernama Tri Atmoko Suratno Putro, 29, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, di dalam rumahnya di Jalan Patebon IV Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan, Senin (11/2) sekitar pukul 03.30. Diduga karena terlilit utang saat bermain judi online.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa menggantung di dapur rumah, mengenakan kaos putih dan celana pendek putih. Korban gantung diri dengan cara mengikatkan selang air yang dililitkan ke leher kemudian diikatkan di blandar dapur rumah.
Ibu korban yang bangun tidur berniat sahur puasa sunah (Senin-Kamis) sekitar pukul 03.30, dikejutkan ada orang gantung diri yang tak lain anaknya. Seketika itu, ibu korban membangunkan suaminya dan anaknya yang lain. Merasa tak tega melihat adiknya masih menggantung, lantas dibantu bapaknya menurunkan korban. Selanjutnya, kejadian ini disampaikan ke ketua RT setempat dan diteruskan ke petugas kepolisian.

Selanjutnya, Unit Inafis Polrestabes Semarang yang mendatangi lokasi kejadian bersama petugas Polsek Pedurungan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak ditemukan adanya luka atau bekas penganiayaan dalam tubuh korban. “Tidak ada (unsur penganiayan), korban meninggal gantung diri,” kata Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/2) kemarin.

Menurutnya, korban sudah beberapa kali berusaha bunuh diri lantaran terherat judi online. “Orangtuanya sudah tidak bisa mengatasi. Keterangan dari keluarga korban, sudah beberapa kali berusaha melakukan percobaan bunuh diri, tapi selalu digagalkan,” katanya.

Setelah dilakukan olah TKP oleh inafis Polrestabes dan dibantu Polsek Pedurungan, keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi. Setelah membuat surat peryataan tertulis jenazah korban langsung diserahkan pada pihak keluarga. (mha/ida)