Salahi Aturan dan Tak Peduli Teguran

61
SALAHI ATURAN : Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja, membingkar bangunan yang berada di atas saluran air, Jalan Asam Binatur, Kelurahan Medono. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)
SALAHI ATURAN : Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja, membingkar bangunan yang berada di atas saluran air, Jalan Asam Binatur, Kelurahan Medono. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan membongkar bangunan liar yang berdiri di atas saluran air di Jalan Asam Binatur, Kelurahan Medono, Senin (11/2). Tindakan tegas dilakukan karena pemilik bangunan tidak mengindahkan surat teguran.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP setempat Henri Rudin, menjelaskan, dua bangunan tersebut telah melanggar Perda Kota Pekalongan No 3 tahun 2009 tentang Bangunan Gedung, dan Peraturan Daerah No 5 tahun 2013 tentang ketertiban umum.

“Sebelumnya ada laporan warga. Setelah kami cek memang ternyata melanggar kententuan. Kami pun beri surat peringatan dengan tempo 14 hari agar pemilik membongkar sendiri, karena tidak ditanggapi akhirnya kami membongkar paksa bangunan tersebut,” jelasnya.

Adapun bangunan yang dibongkar merupakan poskampling dan juga lapak pedagang. Selain dua banguna tersebut, dikatakan Henri, masih banyak bangunan liar lainnya yang menyalahi aturan. Akan tetapi, untuk melakuakan penindakan perlu adanya kajian dan survei.

“Bangunan liar di Kota Pekalongan memang banyak. Namun perlu ada survei dan kajian terlebih dahulu untuk ditindak. Namun akan lebih cepat jika prosesnya melalui laporan masyarakat, sehingga kita bisa langsung memberikan surat peringatan kepada pemilik bangunan,” terangnya.

Henri berharap kepada masyarakat pro aktif melapor apabila melihat ada bangunan liar yang berdiri di atas saluran air, ataupun pelanggaran lainnya seperti kos kosan yang melanggar ketertiban umum. (alf/zal)