Penyiksa Kucing Gangguan Jiwa

62
KEJI : Pelaku menyeret kucing menggunakan sepeda motor. Videonya sempat viral di medsos dan mengundang perhatian sejumlah pihak. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)
KEJI : Pelaku menyeret kucing menggunakan sepeda motor. Videonya sempat viral di medsos dan mengundang perhatian sejumlah pihak. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Polres Pekalongan masih terus menyelidiki kasus penyeretan kucing yang sempat viral di sosial media. Dari hasil penyelidikan, sementara satu orang pelaku telah diketahui identitasnya dari nomor polisi kendaraan yang digunakan, Moh Limin, 29, sebagi pembonceng dalam video. Kejadian terjadi di Jalan Bebel, Kecamatan Wonokerto, Pekalongan.

Disampaikan Kapolsek Wiradesa, AKP Yorisa Prabowo, saat mendatangi rumah pelaku, diketahui bahwa pelaku mengalami gangguan kejiawan dan sedang dilakukan perawatan medis di Rumah Sakit Djunaid. Dari keterangan keluarga, motif dari perbuatan tersebut dikarenakan adanya bisikan gaib.

“Setelah video itu viral, kita langsung selidiki dan sudah mendapatkan salah satu indentitas pelaku. Dari kronologisnya, kucing tersebut dipukul hingga tidak berdaya, kemudian diseret pelaku menggunakan motor. Dari pihak keluarga dikatakan mendapatakan bisikan gaib,” ujar AKP Yorisa.

Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu, dunia maya telah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi 15 detik, dalam tayangan yang diunggah melalui media sosial tersebut, diperlihatkan seekor kucing yang sudah mati tak berdaya, kucing tersebut diikat tali lalu diseret warga dengan menggunaan sepeda motor.

Video tersebut direkam oleh Diefie Hafiez, 21, saat itu sedang mencari kucingnya yang hilang. Dari keterangan Diefie ciri-ciri kucing yang diseret tersebut mirip dengan kucing miliknya.

“Saya tidak berani menegur hanya mem-video kan sebentar. Namun hingga saat ini kucing saya belum diketahui keberadaannya,” ujar Diefie saat di Polres Pekalongan, Senin (11/2).

Kasus tersebut juga mendapat respon dari komunitas Animal Difenders yang diwakili Doni Hendarun dari Jakarta untuk membuat laporan terkait kasus penyeretan kucing ke Satreskrim Polres Pekalongan. Menurutnya, kasus penegakan hukum terhadap hewan perlu diseriusi, mengingat masih banyak kasus yang sama yang terabaikan saat ini.

“Harapannya ini bisa menjadi pelajarana, karena penegakan hukum menjadi kunci di Indonesia, jadi kami ingin hukum itu tidak pandang bulu termasuk kepada hewan,” ujar Doni.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom, menambahkan, bahwa pihaknya sudah mendatangai rumah pelaku Moh Limin, warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya keterangan pihak keluarga, pelaku terkena gangguan jiwa sejak usia 22 tahun. ML pernah belajar ilmu kebatinan dan mengalami gangguan jiwa hingga kini. “Pihak keluarga sudah membawanya berobat ke dokter, dan ditangani oleh seorang dokter secara rutin,” ungkap Akrom.

Saat ini pelaku yang menyeret kucing tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit H. Junaidi Pekalongan guna penanganan tim medis, karena mengalami gangguan jiwa,” kata Akrom. (alf/thd/zal)