Mesin Rusak, Penumpang Lion Diturunkan

43

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Ratusan penumpang Lion Air JT 507 dengan rute Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang–Soekarno Hatta Cengkareng terpaksa gagal terbang, Senin (11/2) siang kemarin. Pasalnya, pesawat yang mereka tumpangi tidak jadi lepas landas atau take off. Hal ini dikarenakan terjadi kerusakan mesin pada pesawat yang harusnya berangkat pukul 13.05 tersebut.

Station Manager Lion Air Grup Semarang, Arie Setiarto, mengatakan jika pesawat JT 507 tidak jadi take off terkait permasalahan spare part sehingga butuh waktu untuk penggantian. Total 150 penumpang terpaksa harus turun dari pesawat. “Ada pergantian spare part, sehingga penumpang harus turun. Spare part ini harus diganti karena akan mengganggu ketika pesawat landing,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/2) siang.

Untuk mengganti spare part tersebut, lanjut Ari, butuh waktu sekitar 3 jam, sehingga penumpang dipersilakan untuk refund, reschedule atau ganti pesawat. Lion Air sendiri menyiapkan pesawat dari Jakarta, yakni JT 502 yang bisa digunakan. “Kita ada pesawat eks Jakarta, 502, akan dinaikkan itu. Tapi, kalau penumpang mau reschedule dan refund tidak masalah,” jelasnya.

PTS General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Agus Sina, membenarkan jika Lion JT 507 sedianya akan terbang pada pukul 13.05. Namun akibat kerusakan itu, pesawat baru berangkat pada pukul 18.30. “Penumpang telah kembali ke ruang tunggu sampai diberangkatkan kembali pada pukul 18.30,” katanya

Sampai berita ini ditulis, lanjut Agus Sina, para penumpang JT 507 masih berada diruang tunggu, dan diminta untuk selalu meng-update keberangkatan pesawat tersebut melalui Flight Information Display System (FIDS). “Petugas Terminal Inspector dan Customer Service turut berkoordinasi dengan maskapai dan mengarahkan penumpang jika ingin pindah penerbangan ke maskapai lain atau pun melalukan refund,” tuturnya.

Corporate Communications Srategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantono, mengkliam jika penerbangan JT-507 sudah dipersiapkan dengan baik. Proses pemeriksaan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik terbang. “Pesawat masih berada di apron, namun pilot memutuskan untuk kembali ke landas parkir. Keputusan ini guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, dikarenakan pesawat mengalami kendala teknis,” tegasnya.

Pihaknya juga memberikan informasi sehubungan penundaan keberangkatan JT-507 kepada seluruh penumpang dan memberikan kompensasi keterlambatan berdasarkan ketentuan. Ia menambahkan jika pihak maskapai tetap memfasilitasi penumpang berupa pengembalian dana (refund) dan mengubah jadwal keberangkatan (reschedule). “Ada 19 penumpang JT-507 yang diterbangkan dengan penerbangan lainnya. Sisa penumpang JT-507 direncanakan menggunakan penerbangan berikutnya,”ucapnya.

Salah satu penumpang, Harry Prihatono, mengatakan, pesawat yang sedianya berangkat pukul 13.05 itu tidak jadi take off dan penumpang diminta turun. Menurut penjelasan pihak maskapai ada kerusakan mesin. “Sudah turun semua penumpangnya. Informasinya ada kerusakan engine,”katanya.