Hijrah Membawa Berkah

44
Sinta Rahman Tika Santri (Maria Novena/RADARSEMARANG.ID)
Sinta Rahman Tika Santri (Maria Novena/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, Memutuskan untuk menutup aurat adalah pilihan yang berat bahkan dapat terbilang sulit. Bermula dari bisikan teman-temannya untuk membaca buku religi, Sinta Rahman Tika Santri akhirnya mantap berhijab syari. Awal Mei 2013 dirinya mulai menumbuhkan rasa ingin tahunya yang mendalam tentang agamanya.

“Justru setelah mengubah penampilan makin banyak ujiannya, dari dikatain ibu-ibu, gak gaul sampai, dikatain gaya-gayaan,” kata Sinta. Kesedihan yang dirasakan dirinya ternyata dibaca oleh ibu kandungnya. Ibu adalah orang yang selalu mendukung dan menguatkan Sinta untuk tidak mengubah pilihannya.

Siapa sangka dari perubahan penampilannya, banyak teman yang menanyakan darimana ia mendapatkan busana muslim itu. Sinta akhirnya ingin membuka bisnis jual gamis hingga jilbab. Bermodalkan handphone android, ia mulai menjual berbagai produk busana muslim. “Nama brandnya jilbab syaree,” katanya.

Bertambahnya pembeli membuatnya semakin giat menabung untuk modal membuka butik, meskipun ia mengaku masih tetap akan menggunakan media sosial untuk wadah berjualan. Dengan umurnya yang masih 23 tahun, Sinta tidak ingin berhenti hanya berjualan lewat media sosial. “Tahun 2017 pertengahan, Alhamdulillah mulai buka mini gallery juga di rumah ini,”ucap Sinta. (cr5/ton)