Enam Tahun Dipaksa ‘Layani’ Ayah Kandung

Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

119
PELECEHAN: Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar memintai keterangan pelaku di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)
PELECEHAN: Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar memintai keterangan pelaku di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Polres Demak berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual yang pelakunya masih keluarga sendiri. Tersangka Ngatono, 51, warga Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar diketahui diduga telah memaksa anak kandungnya, ER, 22, untuk berbuat layaknya suami istri.

Warga merasa curiga lantaran, ER yang sudah tidak mempunyai suami tersebut diketahui hamil 5 bulan. Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan mendasarkan keterangan warga, Ngatono yang merupakan ayah kandung ER telah melakukan perbuatan tidak senonohnya itu sudah sekitar enam tahun. Yakni, sejak 2013 hingga 2019.“Perbuatan tersangka ini dilakukan saat istrinya sedang bekerja,” ujar Kapolres dalam jumpa pers di Mapolres Demak, kemarin.

Kapolres menambahkan, semula tersangka melakukan perbuatan cabulnya itu dengan pemaksaan. Bahkan, anaknya diancam dianiaya jika tidak mau melayani nafsu setan ayahnya itu. Kali pertama dicabuli, korban masih berusia 17 tahun. Pelaku kini ditahan di Mapolres Demak.

Sebelumnya, pelaku bersembunyi di rumah orang tuanya di Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar. Terkait perbuatannya itu, tersangka dikenai UU Nomor 23 Tahun 2002 juncto pasal 46 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kita himbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadapa pelecehan seksual dilingkungannya sendiri. Kasus ini bisa terungkap berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat. Jadilah orang tua yang dapat melindungi keluarganya sendiri,” ujarnya. (hib/bas)