Empat Tahun Pengangguran Naik 2,03 Persen

65
TINGKATKAN SKILL : Pemerintah Kota Pekalongan membuka pelatihan kerja tahap pertama guna menekan angka pengangguran. (ALIEF MAULANA / JAWA POS RADARSEMARANG.ID)
TINGKATKAN SKILL : Pemerintah Kota Pekalongan membuka pelatihan kerja tahap pertama guna menekan angka pengangguran. (ALIEF MAULANA / JAWA POS RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Angka pengangguran di Kota Pekalongan, dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan hingga 2,03 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pengangguran tahun 2015 4,10 persen, tahun 2017 naik menjadi 5,05 persen, dan tahun ini di angka 6,13 persen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Selamet Hariyadi mengatakan, salah satu faktor meningkatnya angka pengangguran adalah terbakarnya Pasar Banjarsari yang menjadi pusat perekonomian warga. Selain itu, menurunnya produksi usaha batik dan perikanan membuat sebagian pengusaha memilih mengurangi jumlah pegawai.

“Kondisi kita saat ini banyak IKM yang tidak bisa maksimal menjalankan usahanya, banyak usaha batik yang mengalami penurunan, usaha pindangan dan ikan asin juga sama. Selain itu karena Pasar Banjarsari yang sempat terbakar mengakibatkan naiknya angka pengangguran, di mana itu merupakan pusat ekonomi dan pusat tenaga kerja juga,” tegas Slamet.

Mengatasi hal tersebut, saat ini Pemkot Pekalongan terus melakukan pelatihan kerja hingga enam angkatan. Pada angkatan pertama, 144 peserta dari 9 kejuruan yang masing-masing berjumlah 16 orang peserta, yang akan berlangsung hingga 4 maret 2019. Materinya terkait instalasi penerangan (listrik), mekanik sepeda motor, las SMAW 3G, operator komputer, menjahit, operator mesin bubut, pembuatan roti dan kue, teknisi handphone, dan tata kecantikan kulit.

“Kita ingin menekan angka pengangguran di Kota Pekalongan, terlebih lagi saat ini persaingan kerja sangat luas. Oleh karena itu kita berikan 75 persen praktik dan 25 persen teori, dengan mengundang tenaga profesional, agar mereka bisa bersaing di dunia kerja,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Pekalongan, Saelany machfudz meyakini, pelatihan kerja bisa membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menekan angka pengangguran.

“Angka pengangguran di Kota Pekalongan meningkat, namun tingkat perekonomian dan angka partisipasi kerjanya bagus. Oleh karena itu, kita akan menciptakan entrepreneur baru yang tentu saja harapannya mereka bisa membuka peluang kerja baru sehingga angka pengangguran bisa berkurang,” ujar wali kota. (alf/zal)