Stok Bahan Baku Kurang

110
PRODUKSI : Salah satu ruang mesin pengolahan bubuk kakao di Tulis Batang, siap dioperasionalkan Senin (11/2) ini.Lutfi Hanafi /RadarSemarang.ID
PRODUKSI : Salah satu ruang mesin pengolahan bubuk kakao di Tulis Batang, siap dioperasionalkan Senin (11/2) ini.Lutfi Hanafi /RadarSemarang.ID

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Pabrik pengolahan biji kakao, satu-satunya di Indonesia yang berada di Batang, ini segera diresmikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto didampingi Menristek Dikti M Nasir. Hari ini Senin (11/2), siap beroperasi. Namuna ternyata terkendala bahan baku. Biji kakao masih minim.

Pabrik yang berada di Desa Wonokerso, Kecamatan Tulis, ini sebelumnya juga diwacanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Desember lalu, namun gagal.

“Pabrik kami tahun ini, rencana mengolah 300 sampai 350 ton biji kakao per bulan. Namun kami hanya memiliki 160 hektare lahan, yang hanya mampu sedikna 160 ton biji kakao saja,” ucap General Manager Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengelolaan Kakao Terpadu Nur Muhib Razak, Ahad (10/2).

Terpisah Sekretaris Daerah Batang Nasikhin, berharap dengan adanya pabrik tersebut akan ada pengembangkan UMKM. Bahkan ke depannya bisa menjadi destinasi wisata kampung coeklat. Hal ini juga untuk mendukung program Bupati Wihaji dan Suyono dengan One Vilage One Product (OVOP).

“Pemkab Batang melalui program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) meriintis destinasi wisata kampung cokelat dengan berbagai produk olahan cokelat, ini untuk mendukung Visit Batang 2022,” tuturnya.

Untuk mendukung SDM, pemkab telah memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar pabrik yang berjumlah 30 orang. Mereka diajarkan bagaimana cara membudidayakan tanaman cokelat agar memiliki kemampuan dan samangat untuk mengembangkan wirausaha di bidang olahan kakao menjadi produk turunan siap konsumsi. (han/zal)