Ribuan Warga Berebut Durian Hingga Luka-Luka

75
FESTIVAL DURIAN : Ribuan warga padati Lapangan Desa Lolong berebut durian di festival durian.ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID
FESTIVAL DURIAN : Ribuan warga padati Lapangan Desa Lolong berebut durian di festival durian.ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Festival Durian yang digelar Pemkab Pekalongan di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (9/2) lalu, mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Ada sekitar seribu durian dari 34 kelompok yang dilombakan. Durian tersebut diarak sebelum dibagikan gratis kepada pengunjung.

Meski kegiatan festival baru dibuka pada pukul 09.00, namun sejak pukul 06.30 sudah banyak warga yang berdatangan. Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga yang sudah tidak sabar sudah mulai memadati lapangan. Seketika, tanpa ada aba-aba dari bupati, ribuan warga langsung meyerbu gunungan tersebut.

Semua saling berhimpitan satu sama lain. Beberapa orang bahkan memanjat gunungan durian dan melemparnya kepada beberapa pengunjung lain. Panitia dan polisi yang berjaga saat itu sempat kewalahan mengatur antusiasme warga yang saling berebut durian.

Tampak sebagian warga luka-luka karena mengambil paksa durian dengan tangan kosong. Banyak pula yang sempat kehilangan barang berharganya, seperti dompet, handphone, dan tas. Fenomena ini sempat mebuat pengunjung dari luar Pekalongan terheran-heran dan takut dengan riuhnya warga berebut durian.

“Sempat takut, apalagi saya bawa anak. Saya baru pertama ke sini, saya kira akan dibagikan secara tertib. Pas di lapangan kaget, tiba-tiba pengunjung lain langsung menggeruduk durian. Saya coba keluar dan sempat terpisah sama suami saya, untungnya sempat ketemu usai lapangan kondusif lagi,” ujar Sumiyati, warga Brebes.

Lain halnya Ari Yanto, warga Pekalongan yang ikut berebut durian, mengatakan dirinya tidak mau ketinggalan dengan festival tahunan tersebut. Ari yang datang sejak pagi ikut berdesak-desakan berebut durian bersama teman-temannya dan membawa tiga durian utuh, walau tangannya terluka.

“Seru sekali, setiap tahun pasti saya ke sini. Saya sengaja tidak lihat arak-arakannya supaya langsung ambil posisi di lapangan. Berutung dapat tiga durian, tapi tangan saya lecet karena gesekan durian. Yang penting pulang bawa durian,” ujar Ari.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, menanggapi situasi tersebut akan menjadi koreksi guna mensukseskan acara festival durian tahun depan.”Terkait tempat memang jadi masalah, karena lapangan yang sempit dan ribuan warga berdatangan. Tetapi di satu sisi secara historis selalu di Lolong sini. Akan tetapi ada beberapa masukan agar ke depan tempatnya bisa digeser di Lapangan Limbangan atau di sekitar kantor Kecamatan Karanganyar. Namun masih kita kaji, mana yang terbaik,” tandasnya. (alf/zal)