Pastikan Jajanan Sekolah Aman

111
CEK KEDALUARSA : Tim Gabungan Kantin Sehat melakukan sidak jajanan kedaluarsa di SDN Rejosari, Bojong, Kabupaten Pekalongan.Taufik Hidayat/RadarSemarang.ID
CEK KEDALUARSA : Tim Gabungan Kantin Sehat melakukan sidak jajanan kedaluarsa di SDN Rejosari, Bojong, Kabupaten Pekalongan.Taufik Hidayat/RadarSemarang.ID

RAXDARSEMARANG.ID, KAJEN – Pemkab Pekalongan membentuk tim gabungan untuk menangani peredaran jajanan tak layak konsumsi, utamanya di lingkungan sekolah. Tim gabungan terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, TNI dan Polri. Sasaran utamanya peredaran jajanan di lingkungan SD.

Seperti Sabtu (9/2) lalu, tim melakukan sidak di kanting SDN Rejosari di wilayah Kecmatan Bojong. Tim Gabungan Jajanan Sehat mendatangi setiap warung atau kantin sekolah, dengan memeriksa jajanan yang dijual oleh pedagang, mulai dari kualitas makanan hingga tanggal kedaluarsa. Tidak sedikit beberapa jajanan ringan harus ditarik karena kedaluarsa, serta menggunakan bahan pengawet berlebihan.

Setelah dagangan jajanan sekolah diperiksa, tim juga mendata dan memberikan pembinaan agar menjual jajanan sekolah yang sehat tanpa bahan pengawet berlebihan. Termasuk menjual jajanan dengan pembungkus yang sudah usang dan rusak.

Babinsa dari Koramil 08 Bojong, Kodim 710 Pekalongan, Sertu Topik Priyo Handoyo, mengatakan, setiap sekolah yang sudah didatangi dan dibina, setelah memenuhi syarat akan diberikan label Kantin Sehat.

“Tujuannya agar pedagang menyediakan jajanan sehat dan layak untuk dikonsumi, sehingga tidak membahayakan bagi siswa,” ungkap Sertu Topik.

Sementara itu, Tim Kesehatan Puskesmas Bojong 1, Faidza Nendra Mardini, menjelaskan bahwa kegiatan sidak makanan kedaluarsa di kantin dan lingkungan sekolah merupakan kegiatan rutin dalam rangka pembinaan kantin sehat.

Menurutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan sosialisasi, dengan mengumpulkan pedagang jajanan sekolah tentang pentingnya mengelola jajanan sehat, khususnya yang disediakan pada siswa SD.

“Harapannya, tidak ada anak yang mengalami keracunan makanan, seperti yang terjadi di daerah lain. Jadi sidak ini sebagai pencegahan,” kata Mardani.

Sementara itu, Kepala SDN Rejosari, Abdul Muntolip, berharap kegiatan tersebut bisa berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi kesehatan anak didiknya. “Kami berharap ada tindaklanjut dari kegiatan sidak ini dan seharusnya dilakukan secara berkelanjutan,” harap Muntolip. (thd/zal)