Mengulik Prostitusi Terselubung Kota Atlas (2-Habis)

Sehari Pernah Layani 10-12 Tamu, jadi Jujugan Mahasiswa

118

Sekar mengaku, tidak ada aktivitas lain di luar menjadi terapis plus-plus. Sehingga manakala tempat tersebut sepi pengunjung, para terapis hanya bermain handphone untuk mencari pelanggannya. “Kerja apa? Ya paling duduk di kursi, mainan handphone, golek tamu. Kerja gini aja juga capek, mau kerja sampingan lain,” ujarnya.

Tak terasa hampir sejam Sekar memijat berikut layanan plus-plus. Pengunjung pun dipersilakan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. “Ini handuknya, Mas,” ucapnya sambil mengenakan pakaian. (tim)