Lompat dari Lantai 6 Plasa Simpang Lima

166
TRAGIS: Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi korban ditemukan tewas.M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID
TRAGIS: Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi korban ditemukan tewas.M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pengunjung Plasa Matahari Simpang Lima Semarang digegerkan aksi terjun bebas yang dilakukan Jarot Siswanto, 35, warga Jalan Badak VI, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu (10/2) sekitar pukul 12.00, kemarin. Mayat korban ditemukan terkapar di area parkir sebelah selatan Jalan Ahmad Yani. Korban diduga bunuh diri dengan cara lompat dari atas bangunan lantai 6 Plasa Simpang Lima. Korban sendiri sehari-hari dikenal sebagai penjual balon yang mangkal dekat pintu masuk Super Ekonomi Simpang Lima.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terlentang. Kepalanya berada di sebelah utara dan kakinya di sebelah selatan. Ia mengenakan baju putih kusam, dan celana panjang, serta sandal merek Eiger. Di kantong celananya ditemukan dompet warna coklat berisi KTP, SIM C, STNK, KTA Perkumpulan Dagang Jasa atas nama korban. Selain itu uang tunai total Rp 1 juta.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sebelum korban menjatuhkan diri dari lantai 6 yang notabene adalah area parkir mobil pengunjung Plasa Matahari, sempat diketahui oleh dua perempuan saat turun dari kendaraan usai parkir.

“Yang lihat dua ibu-ibu, dia habis parkir mobil di situ (lantai 6) naik ke situ (pagar) mau lompat. Dari rekaman CCTV yang sudah dibuka, katanya korban lari dari lantai 5 naik ke atas keluar dari situ (tangga darurat),” ungkap penjual makanan kantin Boss M di lantai 6, Rika, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/2).

Perempuan berhijab ini mengaku mengenal korban, setiap harinya berjualan balon di sekitaran Simpang Lima. Hanya saja, ia tidak mengetahui secara pasti alasan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

“Kalau masalah ekonomi kok sepertinya tidak ya. Dia orangnya baik, sering ngasih makan orang di sekitar sini dari hasil penjualan balon. Kalau dapat rezeki juga dibagi-bagi. Saya juga kaget,” katanya.

Pagar bangunan lantai 6 yang dipakai melompat oleh korban hanya setinggi kurang lebih 1 meter. Banyak warga di lokasi kejadian penasaran, hingga berdatangan ke lokasi. Tidak banyak darah yang keluar dari tubuh korban.

Warga yang juga pemilik salah satu PKL di sebelah Plasa Matahari, Joko Yuwono, mengaku sempat mendengar suara keras mirip benda jatuh tidak jauh dari tempatnya berjualan. Setelah dicek, ternyata suara jatuh tersebut adalah orang.

“Kejadian pastinya tidak ada yang tahu. Tahunya ya posisinya dia sudah jatuh. Pas saya lagi makan, ada yang ngasih tahu ke saya, pak ada orang jatuh, terus saya ke sini,” ungkap Joko Yuwono.

Rupanya kejadian bunuh diri dengan cara melompat dari atas bangunan Plasa Simpang Lima bukan pertama kalinya ini. Sebelumnya pada 2005 juga pernah terjadi. Seorang laki-laki diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 7. Korban juga meninggal dunia. “Iya, dulu juga pernah lompat dari atas. Orangnya meninggal,” katanya.