Festival Durian Desa Lolong Sedot Pengunjung

Desa Binaan PLN

103
ANDALAN : Durian legut Desa Lolong jadi andalan para petani durian. (PLN for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG– Objek wisata binaan PLN, Lolong Adventure mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah acara Festival Durian yang diadakan di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Festival yang diadakan setahun sekali ini sukses menarik belasan ribu pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Batang, Pemalang, Pekalongan, bahkan Tegal.

Selain dimeriahkan dengan pembagian 1.000 durian gratis, acara ini juga disemarakkan dengan lelang dan parade durian yang diikuti oleh seluruh Kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Tidak mau ketinggalan, tim dari PLN peduli pun turut berpartisipasi dalam parade ini dengan menampilkan gunungan durian yang disusun secara menarik di atas sebuah perahu.

Festival durian dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan. Asip memberikan apresiasi kepada PLN atas pengembangan destinasi wisata Lolong.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada PLN yang sudah berkontribusi secara aktif dan nyata memberikan sarana penunjang bagi tumbuh kembangnya wisata di Kabupaten Pekalongan, terutama Lolong,” ujarnya.

Desa Lolong sejak dahulu memang terkenal akan keindahan alamnya. Di desa ini terdapat sungai yang cukup deras alirannya, sehingga dimanfaatkan untuk olahraga rafting. Selain itu daya tarik Lolong juga ada pada komoditas durian.

Ia menambahkan berkembangnya objek wisata Lolong memberikan dampak yang positif terhadap pariwisata di Kabupaten Pekalongan. “Dengan adanya bantuan dari PLN ini secara signifikan memicu pertumbuhan ekonomi di Pekalongan, yang dahulu sektor pariwisata persentasenya kecil, saat ini meningkat,” tutup Asip.

Sementara itu, PLT Manajer Komunikasi PLN UID Jateng, Haris mengatakan pengembangan wisata Lolong ini tidak hanya meningkatkan ekonomi tetapi juga diharapkan menjadi wadah para atlet rafting untuk mengembangkan keahlian mereka, sehingga dapat berkompetisi secara nasional.

Ke depan PLN juga sedang merintis sekolah sungai untuk mengedukasi dan mengajak anak anak sekitar Desa Lolong untuk menjadikan membaca buku sebagai budaya sehari-hari.(tya/lis)