Program E-Sakti Dilirik Daerah Lain

105
DISKUSI: DPRD Kabupaten Temanggung saat berdiskusi dengan Pemkab Batang, tentang E Sakti untuk orang meninggal. (LUTFI HANAFI /RADARSEMARANG.ID)
DISKUSI: DPRD Kabupaten Temanggung saat berdiskusi dengan Pemkab Batang, tentang E Sakti untuk orang meninggal. (LUTFI HANAFI /RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Program santunan Kematian bagi warga miskin Kabupaten Batang, yang dilayani secara online, sehingga sangat simpel dan mudah ternyata menarik perhatian, Kabupaten Temanggung untuk belajar.

Hal tersebut diwakili DPRD mereka, dengan datang langsung ke Batang.”Prosedur pengurusan E-Sakti di Batang sangat simpel, sederhana dan mudah. Bahkan pemerintah melalui dinas sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sangat proaktif,
ini yang menarik bagi kami,” jelas Ketua Komisi D DPRD kabupaten Temanggung Badrun Mustofa, pada Kamis (7/2).

Setelah belajar ke Batang, rencananya pihaknya juga akan menerapkan program sosial santunan kematian. Namun diakui pasti dan mungkin ada sedikit perbedaan ketika nanti di lapangan. Sehingga harus ada perbaikan atau untuk bisa lebih simpel lagi.

“Ini program baik, yang tentunya akan ikut menerapkan di Kabupaten Temanggung baik secara mekanismenya, karena selama ini kita belum menerapkan program sosial santunan kematian,” ujarnya lagi.

Asisten Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Irianto yang mewakili Bupati Batang Wihaji menjelaskan, bahwa selain layanan santunan kematian, DPRD Temanggung juga tertarik pemberian insentif pada guru Madrasah Diniayah dan rumah tidak layak huni.

“E-Sakti merupakan ide dan gagasan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang masuk dalam visi misinya. Yang mana mekanismenya sama – sama menggunakan basis data dari BPS, namun kita memiliki modivikasi yang berbeda untuk menentukan kebijakan,” kata Retno Dwi Irianto.

Dijelaskan pula dalam melaksanakan program sosial, pihaknya tetap melihat fakta – fakta dilapangan. Karena tidak semua kondisi warga miskin terdata oleh BPS. “Oleh karena itu, warga miskin yang tidak terdata yang kenyataan miskin menjadi kebijakan Bupati yang akan di verifikasi oleh tim untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” kata ay lagi.

Ia pun menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang sangat terbuka bagi daerah lain apabila mau belajar ke Batang. Prinsipnya sepenjang memberikan sisi kebaikan, maka Pemkab Batang mempersilahkan untuk melakukan modifikasi sesuai kebutuhan masing – masing.”Kita pun akan teta belajar ke daerah lain,” tutup Retno Dwi Irianto. (han/bas)