Pengamalan Nilai Empat Pilar Dimulai dari Lingkungan Keluarga

105
Pengamalan Nilai Empat Pilar Dimulai dari Lingkungan Keluarga
Pengamalan Nilai Empat Pilar Dimulai dari Lingkungan Keluarga

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Mohammad Toha mengajak warga Kendal untuk meningkatkan wawasan kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. Yakni dengan menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian dikatakan Toha saat membuka Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsaan, dengan tema Peningkatan Pemahanan Pancasila Guna Menjaga Keutuhan NKRI, yang dihelat Kantor Kesbangpol Kendal. “Pengamalan nilai empat pilar kebangsaan perlu sejak dini ditanamkan dengan dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya, kemarin (7/2).

Lebih lanjut Moh Toha empat pilar ini merupakan dasar dan pondasi untuk bangsa dan Indonesia bisa tegak berdiri dalam bingkai NKRI. Empat pilar tersebut yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Kuncinya pemahaman dan pelaksanaan dengan baik empat pilar kebangsaan oleh masyarakat, maka negara ini bisa terjaga persatuan dan kesatuannya,”jelasnya.

Sebagai narasumber sosialiasi empat pilar kebangsaan yakni Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH Muslim dan akademisi Unwahas Semarang Yudi Setiawan. Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsaan diikuti perwakilan dari generasi muda dan desa se Kecamatan kangkung.

PDM Kendal, KH Muslim mengatakan, cinta NKRI adalah bagian dari iman sehingga wajib hukumnya untuk diamalkan dan dilaksanakan. “Mari bersama-sama kita jaga dan cintai NKRI. Meskipun beda pendapat tetap harus bersatu. Karena perbedaan adalah hal pasti dalam kehidupan, kuncinya bisa menerima perbedaan,” katanya.

Akademisi Unwahas Semarang Yudi Setiawan, mengungkapkan Indonesia adalah bangsa dan negara yang unik. Kalau negara lain terdiri dari satu bangsa namun terpecah atau terpisah, seperti bangsa Arab yang terdiri dari banyak negara. Tapi di Indonesia ini sangat berbeda satu negara yang terdiri dari banyak wilayah yang terpisah-pisah.

Yudi, menambahkan, selain empat pilar kebangsaan, bangsa Indonesia perlu menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai salah satu upaya menjaga kerukunan antar suku, agama, ras dan antar golongan. “Maka kita perlu menjaga tradisi sehingga Indonesia tetap lestari. Kunciya harus sepakat bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan NKRI adalah harga mati,” imbuhnya. (bud/bas).