Muara Dangkal, Lelang Iklan Anjlok

38
AKIBAT PENDANGKALAN: Situasi TPI Wonokerto sepi, karena dangkalnya sungai Wonokerto yang ada di sebelahnya.ISTIMEWA
AKIBAT PENDANGKALAN: Situasi TPI Wonokerto sepi, karena dangkalnya sungai Wonokerto yang ada di sebelahnya.ISTIMEWA

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Dangkalnya sungai Wonokerto yang berada tepat disebelah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto membuat puluhan perahu milik nelayan Kabupaten Pekalongan tak bisa merapat dan membongkar muatan hasil tangkapan ikan.

Akibatnya TPI Wonokerto sepi, hanya ada satu dua nelayan yang membongkar muatan, itu pun hanya perahu ukuran kecil dibawah 5 GT, hasil tangkapan berupa udang dan cumi, dan ikan teri medan, yang jumlahnya tidak mencapai 1 ton per hari. Padahal sebelumnya mencapai diatas 10 ton per hari.

Para nelayan dengan perahu diatas 15 GT, lebih suka menjual hasil tangkapannya di luar TPI Wonokerto, atau bergeser ke TPI Kota Pekalongan. Pasalnya, jika tetap dipaksakan untuk membongkar muatan di TPI Wonokerto, harus menggunakan jasa perahu lain untuk menarik ke dermaga TPI Wonokerto.

Sarjo,45, nelayan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan bahwa sudah tiga bulan terakhir TPI Wonokerto sepi akan pelelangan ikan, karena hanya nelayan sekitar yang melakukan bongkar muat.

Menurutnya para nelayan dari Kabupaten Pemalang, Jepara dan Pati yang dulu melakukan bongkar muat di TPI Wonokerto, kini bongkar muat hasil tangkapan berada ditengah laut, atau ke TPI Kota Pekalongan.“Sungai Wonokerto ini dangkal, jika dipaksakan mesin kapal diatas 15 GT bisa rusak, atau ditarik dengan perahu lain biayanya sampai satu juta lebih,” ungkap Sarjo.

Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Sirhan, mengatakan bahwa dangkalnya sungai Wonokerto, karena adanya luapan pasir dari laut bergerak ke utara. Sehingga terjadi pendangkalan pada sungai.

Menurutnya bahwa pengelolaan TPI Wonokerto, secara administrasi bukan lagi kewenangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan. Sehingga pihaknya hanya bisa menberikan laporan tentang kondisi TPI dan sekitarnya,
namun tidak bisa melakukan eksekusi.

“Untuk sungai di sekitar TPI Wonokerto memang dangkal, itu sudah kami laporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, karena untuk kewenangan eksekusinya ada di Provinsi,” kata Sirhan menjelaskan. (thd/bas)