Diundang ke Microsoft Indonesia, Bisa Bertemu Menkominfo Rudiantara

Michael Hamonangan Sitorus, Siswa SMAN 1 Ungaran, Pemenang Asia Pasific Top Coders Minecraft Competition

152
BERPRESTASI: Dari kiri ke kanan: Kepala SMAN 1 Ungaran Supriyanto, Tiuruli Sitorus (kakak Michael), Michael Hamonangan Sitorus, Bos Microsoft Indonesia Hariz Izme, dan pendiri Empire Code, Jasmine Tang. (DOKUMEN PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)
BERPRESTASI: Dari kiri ke kanan: Kepala SMAN 1 Ungaran Supriyanto, Tiuruli Sitorus (kakak Michael), Michael Hamonangan Sitorus, Bos Microsoft Indonesia Hariz Izme, dan pendiri Empire Code, Jasmine Tang. (DOKUMEN PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)

Hobi game yang positif bisa mengantarkan seseorang meraih prestasi. Seperti Michael Hamonangan Sitorus. Berkat hobinya bermain game, ia bisa menjadi pemenang Asia Pasific Top Coders Minecraft Competition. Seperti apa?

DEWI AKMALAH

RADARSEMARANG.ID, MENDUNG menyelimuti langit Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Senin malam (4/2) lalu. Hawa dingin langsung menyambut Michael Hamonangan Sitorus. Malam itu, ia baru tiba dari Jakarta. Wajah lelah tidak sebanding dengan kebahagiaan yang dirasakannya. Sebab, berkat game yang dimainkan setiap hari, mengantarkan siswa SMA Negeri 1 Ungaran ini bertemu Menteri Informasi dan Komunikasi, Rudiantara, dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Hariz Isme.

Pengalaman langka tersebut diperoleh Michael berkat keikutsertaanya dalam kompetensi Minecraft: Education Edition dan Microsoft MakeCode for Minecraft kerja sama antara Microsoft dengan Empire Code dan Lenovo. Kompetisi yang didedikasikan bagi pelajar dalam mengasah kemampuan coding ini menjadi pintu gerbang Michael untuk bertemu dengan bos Microsoft Indonesia tersebut.

Di balik prestasinya itu, putra pasangan Henry Sontang Sitorus dan Rosmawati Wau ini patut berterimakasih kepada gurunya, Purwanti. Sebab, guru SMAN 1 Ungaran itu telah membantu Michael dalam mengikuti kerasnya kompetisi yang diikuti peserta dari 21 negara se-Asia Pasifik tersebut.

“Awalnya informasi mengenai kompetisi ini diberitahu sama Bu Purwanti yang di-share melalui grup WhatsApp SMA. Kebetulan Bu Purwanti merupakan salah satu agen Microsoft. Setelah tahu informasi tersebut, saya langsung tertarik untuk mencoba mengikuti kompetisi tersebut,” tutur siswa 16 tahun yang tinggal di Jalan Intan No 25 Perumahan Ambarawa Sari, Ambarawa, Kabupaten Semarang ini.

Kerja kilat dilakukan Michael dalam menciptakan karyanya. Hanya butuh waktu dua hari, ia mampu menyelesaikan dunia “Trial of Indonesia Civilization” ciptaannya dengan menggunakan Minecraft Education Edition. Dunia tersebut bercerita tentang pengaruh teknologi terhadap aktivitas manusia sehari-hari guna mengambarkan kehidupan manusia masa lampau sebelum teknologi hadir. Michael membawa kita kembali ke masa prasejarah saat manusia masih bergantung sepenuhnya pada sumber daya alam. Seiring berjalannya waktu, perubahan signifikan kegiatan manusia mulai dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Mulai dari teknologi sederhana seperti teknik bercocok tanam sederhana hingga membangun konstruksi Candi Borobudur.

Kreasinya ditutup dengan ‘dunia’ yang menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang dengan kemudahan akses teknologi. Kerja keras tanpa tidur yang dilakukan Michael membawanya menjadi juara I. “Saya berhasil mengalahkan kontestan dari Singapura yang menjadi juara II, dan kontestan Selandia Baru yang meraih juara III,” katanya bangga.

Tak hanya itu, yang lebih membahagiakan bagi Michael adalah ketika Microsoft Indonesia secara tidak terduga menghubunginya untuk dapat berkunjung ke kantornya di Jakarta. Hingga pada 23 Januari lalu, Michael datang ke Jakarta guna memenuhi undangan Microsoft Indonesia. Ia didampingi Kepala SMAN 1 Ungaran Supriyanto dan kakaknya, Tiuruli Sitorus. Kedatangannya langsung disambut Bos Microsoft Indonesia, Haris Isme.