Asrama Mahasiswa sebagai Sarana Membangun Perawat Berkarakter

102
Zaenal Arifin,S.Kep. Ns.*)
Zaenal Arifin,S.Kep. Ns.*)

RADARSEMARANG.ID, Sistem asrama merupakan pendidikan informal yang mendukung pembelajaran formal. Dengan sistem asrama, mahasiswa diharapkan dapat mandiri dalam hal belajar. Di asrama mahasiswa tidak hanya memperoleh skills (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan), tetapi juga value (nilai), attitudes (sikap) dan reaksi emosional.

Dalam kehidupan di asrama, ada wali asrama, kakak tingkat, maupun teman satu angkatan. Seluruh penghuni asrama harus menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berlaku di asrama, sebagai contoh peraturan jam keluar asrama, jam menerima tamu, jam belajar, jam makan, kebersihan asrama, antre menggunakan fasilitas asrama, dll. Demikian juga terdapat etika, adab dan sopan santun yang harus dipakai di kehidupan asrama.

Data dari www.kopertis6.or.id dan www.ban-pt-universitas.co.id menyebutkan institusi pendidikan keperawatan di Jawa Tengah terdiri dari 19 Akademi Keperawatan (Akper) 6 Prodi Keperawatan dari Poltekes dan 7 SekolahTinggi Ilmu Kesehatan (Stikes). Dan berdasarkan survei lapangan di wilayah eks karesidenan Kedu, tidak semua institusi pendidikan keperawatan mengintegrasikan sistem asrama.

Fitri Arofiati, MAN. PhD.**)
Fitri Arofiati, MAN. PhD.**)

Dalam sistem asrama terjadi interaksi interpersonal yaitu antara mahasiswa dengan mahasiswa lain ataupun mahasiswa dengan pengasuh. Interaksi yang terbangun ini merupakan suatu proses “adaptasi” agar mahasiswa memiliki karakter yang dipengaruhi dalam kehidupan sehari-harinya di asrama.

Teori yang digagas oleh sister calistaroy “model adaptasi (model konseptual keperawatan)” bisa diaplikasikan dalam kehidupan asrama. Mahasiswa “keperawatan” bisa beradaptasi dengan stimulus yang ada. Dari berbagai kajian yang telah dikemukakan dapat ditarik kesimpulan, pendidikan sistem asrama memiliki berbagai kelebihan seperti berikut ini.

1. Menghilangkan rasa ego kesukuan dan kedaerahan. 2. Mengembangkan potensi sosial. 3. Mengembangkan potensi spiritual atau kerohanian. 4. Mengembangkan watak, sikap, etika, akhlak, dan kepribadian karakter penghuninya. 5. Mengembangkan kemandirian dan etos kerja keras. 6. Mengembangkan kedisiplinan. 7. Mencetak kader sesuai yang diharapkan. 8. Mengkondisikan siswa atau mahasiswa sebelum belajar lebih lanjut di lembaga pendidikan yang bersangkutan. 9. Memperlancar proses studi karena adanya bimbingan belajar dari mahasiswa senior yang sama-sama tinggal di asrama. 10. Efisiensi waktu karena jarak asrama yang dekat dengan tempat sekolah atau kuliah.

Asrama mahasiswa yang dapat mengembangkan berbagai aspek pada diri penghuninya, tentunya harus dikelola sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu seperti berikut ini. 1. Suasana dan lingkungan asrama yang dibuat aman, nyaman, dan kondusif untuk mengembangkan aspek akademik, sosial, spiritual, akhlak dan kepribadian, kemandirian serta etos kerja keras. 2. Adanya fasilitas yang memadai untuk mengembangkan berbagai aspek tersebut di depan. 3. Tersedianya sumber daya manusia yaitu guru/dosen dan pembina asrama yang bertindak sebagai edukator, motivator, dan fasilitator. 4. Pengelolaan yang baik untuk menunjang perkembangan fisik dan kesehatan, akademik, psikologis, sosial, maupun spiritual. 5. Jarak yang dekat dengan kampus, sehingga efisien dari sudut waktu dan biaya transportasi.