Berlatih 4 Hari dalam Seminggu dengan Klub Berbeda

Ali, Kepala Disperkim Kota Semarang yang Hobi Bulutangkis

153
DISIPLIN: Ali menyalurkan hobinya bermain bulutangkis. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
DISIPLIN: Ali menyalurkan hobinya bermain bulutangkis. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

Kesibukannya sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, tidak mengurangi waktu Ali untuk hobi berolahraga. Khususnya olahraga bulutangkis. Dalam seminggu, tidak kurang 4 hari, dirinya berlatih olahraga tepok bulu tersebut.

EKO WAHYU BUDIYANTO

RADARSEMARANG.ID, NAMANYA singkat. Ali. Tidak ada tambahan lainnya. Tak heran, jika banyak yang penasaran dengan namanya. “Banyak yang tanya nama lengkap saya siapa? Termasuk para wartawan,”ucapnya ramah saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya.

Ya, justru nama tiga huruf itu membawa hoki. Kini, pria kelahiran Pati, 25 November 1963 ini menduduki jabatan tertinggi di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang.
Di balik sosoknya yang disiplin, ternyata ayah dari Erlindo Abdul Ali dan Elsendi Rosyida Ali ini sangat menyukai olahraga bulutangkis. Bahkan, ia pernah menjuarai kompetisi badminton antar RW se-Kota Semarang.

Kemenangan tersebut diperoleh di Februari 2018 lalu. Ia mewakili warga dari Kecamatan Gayamsari untuk melaju ke tingkat Kota Semarang. Meski usianya yang tidak tergolong muda, semangatnya untuk terus berolahraga badminton tetap terjaga. “Alasan saya suka, karena menurut saya, mencari keringat melalui olahraga badminton itu lebih cepat,” ujar suami dari Siti Aisyah ini.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, bersama keluarga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, bersama keluarga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

Dikatakannya, sebenarnya selain badminton, olahraga lain juga disukainya. Seperti sepakbola, futsal, volly, bahkan pingpong. Namun ia lebih memilih badminton. Di tempat tinggalnya, ia juga menjadi penggagas grup badminton warga. Tidak hanya di tempat tinggalnya, namun juga di semua tempat kerjanya.

Sebelum menjadi Kepala Disperkim, Ali pernah menjabat sebagai Sekretaris Disperkim, kemudian Plt Direktur Teknik PDAM Kota Semarang dan Plt Kepala Disperkim. Kemudian pada 4 Januari 2019, ia definitif menjadi Kepala Disperkim.

Di semua tempat kerjanya tersebut, ia memiliki misi untuk menyebarkan virus badminton. Di setiap tempat kerjanya tersebut, sampai sekarang juga masih terbentuk klub badminton. “Saya berhasil menyebarkan virus (badminton) tersebut,” katanya.

Ia memiliki jadwal padat berlatih badminton di tengah kesibukannya menjadi kepala dinas. “Bersama tetangga, saya rutin setiap Senin dan Kamis, dengan klub PDAM di hari Selasa, dan klub badminton Perkim di hari Jumat,” tuturnya.

Dalam membagi waktu, Ali dikenal sangat disiplin. Bahkan, kedisiplinan itu ia jadikan sebagai moto hidup. Ia menceritakan, jika kedisiplinan tersebut terbangun sejak dirinya masih kecil. Kala itu, ada salah satu guru mengajinya yang mengingatkan dirinya harus disiplin dalam menjalani hidup.

Petuah tersebutlah yang ia gunakan sebagai moto dalam kehidupannya. Sejak ia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1987, kedisiplinan itu terlihat di mana tidak pernah menunda setiap pekerjaan. Pantang menunda pekerjaan tersebut ia terapkan dalam kehidupan kesehariannya di rumah maupun di kantor.