Kasus DBD Semakin Meluas, ACT Siap Siaga

195

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meluas. Pasalnya, sebanyak 33 provinsi se-Indonesia telah melaporkan bahaya penyakit yang bisa merenggut nyawa manusia ini. Peningkatan terjadinya angka positif DBD disebabkan cuaca ekstrem dan hujan lebat yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memaparkan, ada sebanyak 372 kabupaten atau kota yang telah melapor mendeteksi kasus DBD, tersebar 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Bahkan per Ahad (27/1), Kemenkes telah menyatakan empat wilayah di Indonesia ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) waspada 1 untuk penyakit DBD. Wilayah itu antara lain Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kota Kupang di NTT.

Di Sulawesi Utara sendiri, hingga Selasa (29/1), penderita DBD sudah mencapai 1.052 orang dan 13 orang meninggal dunia. Sesuai data Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, mayoritas dari penderita berasal dari Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa.

Jumlah kasus DBD yang dimiliki Kemenkes sejak 1 Januari 2019 hingga 25 Januari 2019 adalah 11.224 orang sudah terjangkit dan 110 orang meninggal dunia. Provinsi yang memiliki tren tinggi kasus suspect Dengue adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, Sulawesi Utara, dan Lampung.

ACT siap siaga meluasnya DBD

Menyikapi kasus DBD yang semakin meningkat dan meluas, dalam waktu dekat Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan melakukan tindakan pencegahan dan edukasi kesehatan. Lukman Azis selaku Direktur Komunikasi ACT menyatakan bahwa ACT pun bertanggung jawab atas ancaman kesehatan yang berpotensi menjadi masalah kemanusiaan masif.

“Salah satu ancaman kesehatan itu kini terjadi di depan mata. Bahkan kasus positif DBD juga terjadi pada keluarga terdekat, atau di lingkungan sekitar rumah. Selagi menjalankan aksi kemanusiaan di ranah global untuk diaspora Uighur, Pengungsi Suriah, atau Warga Gaza di Palestina, ACT juga turun tangan untuk mengatasi krisis DBD yang sedang merebak di sejumlah daerah di Indonesia,” ujar Lukman Azis.

Menurut Lukman, dalam waktu dekat ACT akan melakukan fogging atau pengasapan lingkungan yang terdampak DBD di beberapa wilayah di sekitar Jabodetabek. “Data yang masuk ke kami, fogging akan dilakukan di wilayah Depok tepatnya di Cilodong, juga di Gunung Sindur, Bogor. Kami mendapat laporan terjadinya peningkatan kasus DBD yang signifikan di dua wilayah tersebut,” tambah Lukman.

Tidak hanya itu, Lukman menegaskan bahwa untuk mengatasi sebaran DBD agar tak semakin meluas, harus dimulai dari kesadaran akan kesehatan lingkungan. “Kami juga menyadari bahwa fogging pun tak cukup untuk mengatasi sebaran DBD yang semakin meluas. Lewat Tim Medis ACT yang tersebar di beberapa wilayah, ACT juga akan memulai edukasi atau penyuluhan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengajak warga untuk lebih waspada menghindari tumbuh kembangnya nyamuk DBD di musim penghujan ini,” pungkas Lukman.