Waspadai Mahar Politik, Intensifkan Pengawasan

34

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-DPRD Jawa Tengah mengingatkan KPU maupun Bawaslu agar mewaspadai politik uang dalam Pemilu 2019. Karena itu, pengawasan Pilpres dan Pileg perlu dioptimalkan sehingga bisa meminimalisasi pelanggaran saat pelaksanaan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng, Fuad Hidayat mengungkapkan bahwa Bawaslu sebagai anggota Gakkumdu harus ekstra ketat mengawasi praktik-praktik mahar politik yang sering dijumpai di lapangan. Mengingat biaya politik yang begitu besar dalam pencalonan legislatif ataupun presiden, mahar politik adalah yang paling rawan. “Gakkumdu bisa mengusut hingga penyelidikan ketika ada dugaan praktik transaksi mahar politik,” ungkapnya.

Dewan berharap Bawaslu lebih memfokuskan pada pengawasan administrasi terkait penetapan DPT, pengawasan terhadap fisik yaitu alat peraga kampanye, dan pengawasan proses pelaksanaan pada saat pencoblosan. Karena kesuksesan Pemilu 2019 merupakan tanggung jawab bersama. “Sekecil apapun potensi pelanggaran harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Anggota Bawaslu Jateng, Rofiudin menegaskan butuh komitmen bersama mengatasi money politics. Ia mengajak semua parpol maupun caleg bisa berkampanye dengan dewasa dan mendidik. Jangan sampai menyebar sembako atau menggunakan money politics. “Semua harus bersama menciptakan kampanye yang santun dan mendidik. Sudah tidak zamannya berkamkampanye membagi sembako,” katanya.

Sekecil apapun potensi kecurangan jangan dibiarkan, tapi harus diantisipasi. Hal itu, agar Pemilu 2019 di Jateng benar-benar berjalan aman, jujur dan adil. Masyarakat, diminta menjaga kondusivitas di Jawa Tengah. Jangan sampai ada hasutan, atau saling berkelahi karena perbedaan pilihan. Harus bersama menjaga keutuhan Jawa Tengah dan NKRI. “Partisipasi dan pengawasan masyarakat juga harus ditingkatkan, agar bisa terwujud Pemilu yang damai,” katanya. (fth/ida)