Sisihkan Pendapatan dari Karya untuk Zakat

Utomo HS, Kampanyekan Peduli Kebersihan lewat Tempat Sampah Lukis

56
CINTA SENI : Utomo HS, seniman di Semarang, berusaha kampanyekan peduli lingkungan lewat tempat sampah lukis. (Sigit Andrianto/ RADARSEMARANG.ID)
CINTA SENI : Utomo HS, seniman di Semarang, berusaha kampanyekan peduli lingkungan lewat tempat sampah lukis. (Sigit Andrianto/ RADARSEMARANG.ID)

Seniman Semarang, Utomo HS, membuat tong sampah menjadi lebih menarik. Tujuannya, menggugah orang untuk tertib membuang sampah pada tempatnya.

Sigit Andrianto

RADARSE MARANG.ID, BEBERAPA waktu lalu, Utomo HS disibukkan dengan pekerjaannya, melukis tong sampah. Sedikitnya ada 60 tong sampah yang dilukis dengan berbagai bentuk lukisan menarik. Pria asli Semarang ini membubuhkan lukisan, seperti tumbuhan, bunga-bunga, motif batik dan sejumlah gambar lainnya.

Usianya memang sudah 71 tahun. Namun semangat berkesenian masih tinggi. Melalui karya seninya, berupa tempat sampah lukis ini, pria yang tinggal di Jalan Tampomas Selatan III Semarang ini turut mengampanyekan cinta lingkungan.

Sebelumnya Utomo memang berkeinginan untuk membuat lukisan pada tempat sampah. Keinginan ini muncul, sejalan dengan upaya pemerintah yang sedang menggalakkan masyarakat untuk cinta lingkungan, terutama dengan memperhatikan kebersihan.

Tempat sampah lukis karya Utomo HS
Tempat sampah lukis karya Utomo HS

”Belum sampai membuat, ada orang tua dari siswa saya yang diangkat menjadi RT di perumahannya. Kemudian berinisiatif membuat lingkungannya menjadi bersih dan menarik akhirnya pesan kepada saya,” ujar pria yang juga mengajar di SD Islam Terpadu Bina Amal ini.

Tidak butuh waktu lama. Sejumlah 60 tempat sampah lukis ia selesaikan kurang lebih dalam waktu tiga minggu. Dalam membuat tempat sampah lukis, bapak dua anak ini dibantu tetangganya yang bertugas memberikan cat dasaran pada tempat sampah. Kemudian, dengan tangan terampilnya, Utomo melanjutkan pekerjaan dengan membuat gambar warna-warni nan menarik.

”Saya ajak tetangga untuk membuat dasarannya. Saya yang melukis,” terang pemilik nama asli Setio Utomo Harjo Sudiro ini.

Pria yang sudah mengenal dunia lukis sejak kelas 5 SD ini memang ingin berbagi dengan orang di sekitarnya. Karena berkesenian, bagi dia, tidak semata-mata hanya untuk mencari uang. Tak lupa, sebagian pendapatan dari hasil karyanya ia sisihkan untuk zakat. ”Ini wajib,” ujar pria berjenggot putih yang ramah ini.

Terbesit pula di benaknya agar upaya yang dilakukan ini, membuat tempat sampah menjadi lebih apik, dapat ditiru daerah lainnya. Sehingga, selain membudayakan hidup bersih juga membuat lingkugan menjadi lebih indah dan berwarna.
”Penginnya ya daerah lain bisa mengikuti. Membuat tempat sampah menjadi lebih menarik, sehingga budaya menjaga kebersihan bisa dijalankan di lingkungan,” ujar seniman yang sering mengikuti pameran dan kerap juara ini.

Ditemui di rumahnya, pria yang pernah memiliki pekerjaan membuat poster film pada zamannya ini mengatakan bahwa melukis memang bisa dilakukan di mana saja. Tidak terkecuali di tong sampah. Hal ini pula yang diajarkan kepada siswa-siswinya. Mereka diajari menggambar dan menggunakannya untuk tujuan kebaikan. ”Kepada mereka selalu saya katakan, untuk mengasah kreativitasnya. Kreativitas merupakan salah satu jalan datangnya rezeki,” kata dia.