Puncak Penghujan, Wabah DBD Terus Meluas

74

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam rilisnya menyebut puncak musim hujan di wilayah Indonesia akan tiba pada Januari dan Februari 2019 mendatang. BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk waspada bencana alam yang rutin terjadi ketika puncak musim penghujan.

Selain bencana alam, masyarakat juga diminta waspada terhadap penyakit yang sering kali tumbuh subur saat musim hujan tiba. Sejak awal Desember 2018 lalu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini Demam berdarah Dengue atau DBD di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta.

Terhitung hingga tiga bulan ke depan, atau tepatnya Maret 2019, wilayah Jakarta perlu waspada penularan dari nyamuk ini. Mengutip paparan dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ada tiga wilayah di Jakarta masuk dalam fase waspada insiden DBD.

Wilayah tersebut mencakup Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur dengan tingkat prediksi angka insiden paling tinggi. Walau begitu, semua masyarakat diharap tetap waspada penyakit yang dapat menghilangkan nyawa ini.

Tidak hanya di Ibukota Jakarta, waspada wabah DBD pun berlaku bagi wilayah lain di Indonesia. Mengutip data yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, serangan DBD sedang meningkat di beberapa daerah yang mengalami puncak penghujan. Daerah tersebut antara lain, Kabupaten Kuala Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, Sulawesi Utara dan beberapa daerah lain.

Melansir data lain dari laman Kompas, kejadian terduga DBD di Indonesia pada 2019 mencapai angka 4.789 kasus. Jumlah tersebut adalah catatan hingga tanggal 17 Januari 2019. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi paling banyak terdapat kasus DBD sebanyak 1.081 kasus.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan ke seluruh provinsi untuk tetap siaga pada penyakit DBD ini. Di dalam surat itu diinstruksikan untuk masing-masing daerah meningkatkan sosialisasi serta edukasi untuk memberantas sarang nyamuk.

Mengurangi Risiko DBD 

Banyak hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk penular DBD ini. Gaya hidup sehat dapat diterapkan untuk seharian.

Supervisor Program Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dr Muhammad Riedha memberikan cara pencegahan penyebaran nyamuk yang praktis dapat dilakukan masyarakat. Hal pertama dapat dimulai dengan membersihkan dan menguras bak mandi, perabot rumah tangga atau apapun yang berpotensi menimbulkan genangan air. Genangan air ini yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Penggunaan kasa atau kawat nyamuk di jendela atau ventilasi rumah, cara ini pun berguna untuk menghalangi masuknya nyamuk yang berasal dari luar rumah. Merapikan barang yang menumpuk seperti baju juga dapat dilakukan. Hal lain ialah menggunakan kelambu.

Riedha menambahkan, sebaran nyamuk dengue ini akan semakin banyak ketika musim penghujan datang. Banyaknya area lembab dan genangan menjadi lahan subur kembang biak nyamuk. “Prinsipnya, perkembangan nyamuk dengue ini mengikuti curah hujan juga kelembaban,” jelasnya, Senin (21/1) (act/ap)