Penjualan Rumah Mulai Membaik

Transaksi Properti Expo I Tembus 42 Unit

27
KONDISI PASAR MEMBAIK : Transaksi penjualan rumah di awal tahun 2019 membaik, pengembang mulai bergairah memasarkan rumah menengah atas. (TYA/RADARSEMARANG.ID)
KONDISI PASAR MEMBAIK : Transaksi penjualan rumah di awal tahun 2019 membaik, pengembang mulai bergairah memasarkan rumah menengah atas. (TYA/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Penjualan properti awal tahun 2019 mulai membaik. Terbukti, hasil transaksi pameran perdana Properti Expo pada 9-20 Januari lalu mencapai 42 unit. Hasil transaksi ini, jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23 unit.

Ketua Panitia Pameran Dibya K Hidayat dalam penutupan pameran Senin (21/1) kemarin mengatakan hasil transaksi pameran awal tahun ini terus membaik, meski tahun ini dikenal sebagai tahun politik. Hasil transaksi juga lebih baik dibanding Desember tahun 2018 lalu yang hanya 30 unit. Total transaksi di 2018, sebanyak 293 unit atau rata-rata tiap bulan mencapai 25 unit perbulan.

“Membaiknya transaksi ini, antara lain ada konsumen yang seharusnya bertransaksi tahun lalu, baru bisa bertransaksi tahun ini. Makanya, kami berharap tahun ini transaksi perumahan akan lebih baik dari tahun lalu,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus DPD Real Estate Indonesia (REI), Wibowo Tejo Sukmono mengatakan penjualan rumah khusus untuk rumah subsidi tahun ini mengalami kenaikan harga dari Rp 130 juta menjadi Rp 138 juta. Ini merupakan keputusan dari pemerintah. “Kenaikan harga ini merupakan peluang bagi pengembang untuk membangun rumah bersubsidi. Diharapkan kenaikan harga ini akan membuat penjualan rumah tetap bergairah,” tambahnya.

Meski penjualan rumah mulai membaik, berbeda dengan penjualan rumah toko (Ruko) yang tidak sebagus rumah biasa. Diakuinya, harga ruko ini semakin mahal, apalagi jika melihat lokasi yang strategis, akan menjadi rebutan masyarakat.

“Penjualan ruko akan membaik jika perekonomian berputar dengan cepat. Untuk saat ini, permintaan ruko belum begitu bagus, mengingat harganya yang sangat mahal,” tambahnya. (tya/ida)