Sehari Habis 50 Porsi, Beroperasi di Keramaian Kota Semarang

Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang

181
NOMADEN : Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang ini setiap hari beroperasi tiap pukul 13.00 sampai habis di tempat keramaian yang berbeda-beda.MIFTAHUL A'LA/RADARSEMARANG.ID
NOMADEN : Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang ini setiap hari beroperasi tiap pukul 13.00 sampai habis di tempat keramaian yang berbeda-beda.MIFTAHUL A'LA/RADARSEMARANG.ID

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu sesama. Seperti yang dilakukan Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang. Warung ini didesain khusus untuk memberikan makan gratis bagi orang-orang yang membutuhkan di Kota Semarang.

MIFTAHUL A’LA

RADARSEMARANG.ID, BERBAGI tidak harus menunggu sudah memiliki banyak harta. Itulah konsep sederhana yang dipegang Guruh Seto Gutomo, 41, warga Gang Kruing II Banyumanik dan Raka Manggala Syafiie, 33, warga Gedawang Permai 1, Banyumanik.

Mereka merupakan pemuda kreatif dan penggagas Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang yang menyajikan aneka makanan gratis bagi masyarakat di Kota Semarang. Ide awal muncul, saat menyadari masih banyak masyarakat yang masih kekurangan. Satu sisi, di daerah-daerah lain banyak yang menggagas warung makan gratis. “Akhirnya saya bareng Mas Raka tergugah untuk memulai di Kota Semarang,” kata Guruh Seto Gutomo.

Berawal dari obrolan sederhana, akhirnya mereka berkomitmen mewujudkan gagasan Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang. Gayung bersambut, ternyata banyak rekan tertarik dan akhirnya berdonasi atau patungan mewujudkan niatan mulia ini. “Awalnya patungan, setelah cerita sama teman-teman, malah banyak yang tertarik dan akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.

Dengan modal yakin dan keinginan berbagi, Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang akhirnya beroperasi akhir 2018 lalu. Dengan menggunakan moda transportasi mobil bak terbuka, warung ini beroperasi di beberapa titik Kota Semarang. “Alhamdulillah bisa berjalan dan setiap hari ya sampai 50 porsi,” tambahnya.

Ajaibnya, donatur yang ikut berkontribusi semakin banyak. Ada yang membantu uang sampai bahan-bahan pangan yang dibutuhkan. Menu yang disediakan pun tidak perlu mewah, yang penting sehat, higienis dan halal. Nasi dengan sayur plus lauk yang sehat. “Menunya sederhana dan ganti-ganti. Kami masak sendiri, dibantu tetangga dan relawan,” tambah Raka Manggala Syafiie.

Ia masih sering turun langsung untuk misi sosial tersebut. Biasanya warung mobil terbuka itu beroperasi pukul 13.00 sampai habis. Lokasinya juga berpindah dan di tempat ramai yang memang membutuhkan. “Alhamdulillah jadi kayak mengorganisir kebaikan. Donasi juga ada yang berupa bahan-bahan mentah dan terus berdatangan,” tambahnya.

Ia berharap bisa terus berkomitmen mengembangkan Warung Makan Gratis Mas & Mbak (#WMG) Semarang. Harapannya sederhana agar bisa terus membantu sesama dan bisa menjadi amalan baik kelak. Karena sebagai makhluk sosial, wajib membantu ketika ada yang masih membutuhkan pertolongan. “Membantu orang tak harus menunggu banyak harta, yang penting ada niat yang tulus dan ikhlas,” tambahnya. (*/ida)