Butuh Waktu Lama untuk Kuasai Satu Trik

264
BUTUH KESABARAN: Wesia Saniscara menunjukkan trik fingerboard yang tak jauh beda dengan skateboard. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
BUTUH KESABARAN: Wesia Saniscara menunjukkan trik fingerboard yang tak jauh beda dengan skateboard. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, BERBAGAI Trik seperti ollie, flip, nollie, dan lainnya nampak memukau puluhan pasang mata ketika Wesia Saniscara memainkan dua jarinya untuk melewati berbagai halang rintang atau orbs circle pada sebuah meja. Ya beberapa trik yang ia perlihatkan, dilakukan tidak menggunakan skateboard, namun fingerboard.

Sesuai namanya, fingerboard adalah papan skateboard yang berukuran kecil, dimana panjangnya sekitar 10 sentimeter dengan lebar dua sampai tiga sentimeter. Bedanya jika skateboard dimainkan dengan kelincahan kaki, fingerboard dimainkan dengan menggunkan kelincahan jari.“Kalau triknya sama seperti skateboard, bedanya ini dimainin pakai jari bukan pakai kaki,” kata pria yang akrab disapa Isa tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Isa mengatakan jika berbagai trik tersebut dimainkan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah, ataupun dengan bantuan jari lainnya untuk sebuah trik. Semakin ahli menurut Isa, berbagai trik akan bisa dimainkan secara cepat. Bahkan seolah-olah antara papan skate dan jari seperti lengket.“Basic bermainnya pun kayak skateboard kok, yakni latihan lompat dulu pakai jari atau melakukan ollie dan kickflip. Setelah mahir bisa belajar trik lain yang lebih sulit,” tuturnya.

BEDA JENIS: Papan fingerboard memiliki lengkungan berbeda yaitu medium, low, dan high. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
BEDA JENIS: Papan fingerboard memiliki lengkungan berbeda yaitu medium, low, dan high. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

Terlihat mudah memang, namun ketika koran ini mencoba memainkan trik dasar, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Berkali-kali papan skate lepas dari kontrol jari telunjuk dan jari tengah, meski penasaran akhirnya menyerah dan karena tidak cukup sabar untuk mencoba. “Harus seneng dulu sih, kalau sudah senang pasti akan sabar untuk belajar dan mencoba teknik dasarnya,” ucapnya.

Isa mengatakan, pada dasarnya bermain fingerboard adalah mengontrol papan dengan kedua jari, sambil mencoba mengangkat papan ke atas dan kembali kebawah dengan posisi jari tetap berdiri. Untuk melatih teknik dasar ini, bisa menggunakan meja atau tembok yang rata sebelum berlatih trik lainnya.“Belajarnya berbulan-bulan biasanya, sehari dua hari belum tentu bisa,” beber sesepuh dari Komunitas KB Fingerboard Semarang ini.

Biasanya bermain fingerboard dilakukan saat waktu luang alias tidak ada kerjaan, namun terkadang bagi sebagain orang bermain fingerboard juga dilakukan untuk merubah mood seseorang.“Semakin mahir, tentunya akan semakin tertantang mempelajari trik baru. Kalau gagal bete sih pasti, tapi itu malah yang bikin penasaran,” ucapnya.

CUSTOM: Fingerboard juga bisa dibuat custom. Mulai dari spek papan, spek roda dan lainnya. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

Sementara itu, Ketua Komunitas KB Fingerboard Semarang, Mahfudzi Mabruri, mengatakan jika komunitas tersebut terbentuk sekitar tahun 2013 lalu. Sampai saat ini sedikitnya memiliki 30 anggota aktif mulai dari umur 5 tahun sampai umur 40 tahunan. Untuk jenis papan, lanjut pria yang akrab disapa Zizi ini memiliki jenis lengkungan yang berbeda. “Kalau papan skate nya, ada yang lengkungan medium, low, dan high. Semakin tinggi semakin mudah melompat, namun kembali lagi setiap pemain punya gaya masing-masing,” paparnya.