PLN Dorong Budidaya Lalat ‘Tentara Hitam’

Penuhi Kebutuhan Pakan Unggas

76
BUDIDAYA: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengapreasi dukungan PLN dalam mendorong budidaya lalat ”tentara hitam” untuk pakan ikan dan unggas. (PLN for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG – Kebutuhan pakan unggas dan ikan terus melonjak, sedangkan harga terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan pakan tersebut PLN mendorong petani untuk membudidayakan lalat “tentara hitam”.

Budidaya lalat “tentara hitam” sebagai salah satu alternatif mengatasi permasalahan sampah khususnya di Kabupaten Banyumas. Untuk itu PT PLN (Persero) UP3 Purwokerto melalui program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan memberikan bantuan pengembangan budidaya lalat tentara hitam.

Bantuan CSR diserahkan kepada pengelola Sekolah Kader Desa Brilian saat peluncuran lokasi wisata Taman Angkruk Logawa Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, disaksikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan warga masyarakat.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Purwokerto, Armunanto mengatakan pengembangan lalat tentara hitam ini terbukti sangat efektif untuk memproduksi pakan ikan dan unggas. Selama ini biaya pakan ikan dan unggas terbilang cukup tinggi sehingga menjadi kendala bagi pembudidaya ikan dan unggas.

“Larva dari lalat tentara hitam yang dihasilkan dari penguraian sampah organik inilah yang diambil sebagai pakan ikan dan unggas. Kami berharap para siswa Sekolah Kader Desa Brilian di sini bisa dikembangkan ke masyarakat,” jelasnya usai acara diskusi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Sunyalangu.

Armunanto berharap bantuan CSR ini bisa menjadi stimulan untuk pengembangan budidaya lalat tentara hitam secara lebih luas di Kabupaten Banyumas. Dengan bermodalkan lalat tentara hitam dan tempat budidaya inilah, diharapkan masyarakat bisa mengolah sampah organik sehingga bisa dihasilkan pakan ikan dan unggas alternatif.

“Kami berharap nantinya program ini bisa berjalan di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas sehingga permasalahan tingginya biaya pakan ikan dan unggas bisa teratasi,” ujarnya.

Armunanto juga berharap pengembangan budidaya lalat tentara hitam ini juga bisa menjadi salah satu solusi pemecah masalah sampah di masyarakat. Apalagi permasalahan sampah saat ini menjadi masalah yang serius dihadapi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Banyumas saat ini.

“Sudah banyak pembudidaya ikan dan unggas yang membuktikan efektivitas produksi pakan dengan magot atau larva tentara hitam ini. Dengan bahan sampah organik diharapkan pengembangan lalat tentara hitam ini juga bisa menjadi solusi pengurai sampah organik,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi bantuan PT PLN dan berbagai pihak lain yang telah peduli terhadap pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di Jawa Tengah. Ganjar mendorong semakin banyak perusahaan yang menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaannya untuk pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Semoga semakin banyak lagi yang diberikan ke depan dan ada keberlanjutan sehingga masyarakat bisa semakin mandiri dan warga miskin bisa terentaskan. Pendidikan warga juga semakin ditingkatkan sebagaimana cita-cita warga Sunyalangu ini,” katanya. (tya/lis)