30 Januari Tak Pindah, PKL Dibongkar Paksa

Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur

111
DIBERSIHKAN: Pembongkaran kios PKL Barito di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)
DIBERSIHKAN: Pembongkaran kios PKL Barito di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang terus melakukan sterilisasi bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), khususnya di kawasan PKL Barito. Alat berat sejak beberapa hari lalu terus berupaya meratakan bangunan PKL. Adapun deadline pindah PKL Barito, yakni pada 30 Januari 2019 mendatang. Apabila setelah tanggal yang ditentukan tidak pindah, Pemkot Semarang akan mengambil langkah tegas dengan meratakan bangunan PKL yang bersangkutan.

Sejumlah pedagang Barito yang masih bertahan mengaku tetap berkomitmen akan segera pindah sebelum waktu yang sudah ditentukan oleh Pemkot Semarang. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pedagang onderdil mobil Barito, Mastukin, 69.

Ia berterima kasih kepada Pemkot Semarang karena sudah menyediakan tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). “Sebagian barang dagangan saya sudah dipindah, nanti Rabu depan saya memastikan tempat saya di sini sudah bersih,” ujar Mastukin.

Ia dibantu dengan anak buahnya sudah empat kali melakukan pemindahan di kios relokasi MAJT. Di kios Barito tinggal beberapa barang dagangan saja. Alasannya mengulur waktu pindah tidak lain untuk memberitahu para pelanggannya jika ia pindah ke lokasi relokasi MAJT.

Setelah dirasa cukup, maka ia bersama dengan teman-teman PKL lainnya akan segera pindah ke tempat relokasi kawasan MAJT. Ia mengakui jika usai perpindahan ke lokasi baru dipastikan akan memulai dari awal lagi. Artinya, bisa jadi para pelanggannya sudah tidak tahu keberadaannya.

Meski begitu, ia tetap meminta Pemkot Semarang segera menyelesaikan pemadatan akses jalan di tempat relokasi kawasan MAJT. “Untuk akses MAJT, nanti kita menunggu segera selesai. Masalahnya kita mencari pelanggan baru,” katanya.

Keberadaan PKL Barito sebenarnya dikeluhkan oleh pelaksana proyek normalisasi BKT. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Pelaksana Proyek BKT dari PT Basuki Rahman Putra (BRP), Wahid Suryatin.

Dikatakannya, lokasi kios PKL Barito akan dibangun tanggul BKT. “Keberadaan bangunan PKL memperlama pengerjaan kita,” ujar Wahid.

Tanggul setinggi 3 meter tersebut akan dibangun membentang dibantaran BKT sejauh 1 kilometer.
“Karenanya, kita minta segera ini (kios) dibersihkan supaya pengerjaan kita juga tidak memakan waktu,” ujarnya.

Seperti diketahui, normalisasi BKT terus dikebut. Adapun target pembangunan BKT selesai pada akhir Desember 2019 ini.

Pada Jumat kemarin sebanyak 12 kios PKL Karangtempel dibongkar menggunakan alat berat. Pembongkaran masih akan berlangsung dua kali lagi, yaitu 25 dan 31 Januari. Totalnya sebanyak 300 kios sudah selesai dibongkar. (ewb/aro)