Terbang ke Hongkong Fashion Week, 3 Desainer Usung Tema Budaya

83

JawaPos.com – Membuka awal tahun 2019, tiga desainer tanah air siap berangkat menuju panggung fashion dunia yakni  Hongkong Fashion Week. Ketiganya adalah Jeny Tjahyawati, Nina Nugroho, dan Lia Soraya. Masing-masing membawa modest wear dengan ciri khas masing-masing.

Jeny Tjahyawati mengusung kain Kalimantan bertema Dayak Luxury dengan motif seni lukis suku Dayak menjadi highlight. Sedangkan Lia Soraya, juga membawa kain Kalimantan Barat namun dipadukan dengan motif anyaman khas Sumatera Barat. Motif Kalimantan Barat yang digunakan adalah motif Borneo.

Kemudian Nina Nugroho, meski tidak membawa motif khusus dsri daerah di Indonesia. Namun Nina memperkenalkan desain khasnya yang bernuansa klasik modern bertema Office Look.

“Kami dapat 1 slot di Hongkong Fashion Week dan itu tak mudah. Masing-masing desainer membawakan 6 koleksi. Mengapa kami membawa tema budaya karena itu ciri khas Indonesia yang tak dimiliki negara luar,” kata Ketua Umum Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) Jeny Tjahyawati, Kamis (10/1).

Menurut desainer lainnya, Lia Soraya, dirinya mengangkat tema Borneo karena kain Kalimantan masih jarang diperkenalkan di dunia internasional. Paling banyak selama ini adalah kain tenun Nusa Tenggara Timur dan batik.

“Saya sengaja bawa motif Borneo karena masih jarang yang tahu. Dan bicara soal wastra keanekaragaman kain kita itu kaya sekali ya karena Indonesia negara kepulauan dan maritim. Kaya motif flora dan fauna,” tutur Lia.

Sedangkan desainer Nina Nugroho meski tidak menampilkan kain nusantara, namun Nina tetap mengusung budaya perempuan muslim Asia di balik karyanya yang tetap berpedoman pada syariat Islam. Nina mengusung koleksi-koleksi office look yang targetnya memang langsung kepada konsumen di Hongkong.

“Target saya langsung B to B, sehingga saya meski tak membawa kain nusantara, saya tampilkan koleksi ready to wear office look yang tetap memperhatikan syariat modest wear,” jelasnya.

1. Jeny Tjahyawati
Dayak Luxury terinspirasi motif seni lukis suku Dayak merupakan perpaduan antar pola dasar yang dikreasikan menjadi beberapa variasi, sehingga menjadi kesatuan rangkaian makna yang berarti. Motif terinspirasi dari bentuk tanaman atau bunga dan yang ada di alam sekitar. Teknik yang menjadi sorotan pada koleksi ini adalah lipatan.

2. Nina Nugroho

Nina Nugroho membawakan koleksi dengan tema UNIVERSE, yang inspirasi desainnya diambil dari warna-warna alam yang terang. Kemudian ada padanan warna abu-abu platinum yang diambil inspirasi nya dari langit mendung. Adapun aplikasi yang digunakan adalah brukat 3D berbentuk bunga-bunga berwarna putih. Renda 3D berbentuk bunga berwarna silver sebagai lambang salah satu makhluk indah dimuka bumi. Ada detail taburan swarovski crystal dan kancing-kancing yang juga menggunakan kristal swarovski.

3. Lia Soraya

Lia Soraya akan menampilkan beberapa koleksi rancangan terbarunya. Kali ini dia mengangkat motif kultur dari Borneo, Kalimantan Barat dengan memadukan motif Anyaman Tikar dari Solok, Padang, Sumatera Barat. Masyarakat Borneo dan Solok memiliki kesamaan ide dalam berkarya, yaitu dari Alam. Sebagai contoh motif yang di pakai oleh masyarakat Borneo seperti motif Pakis, Bunga Terong, Pucuk Rebung, dan Kamang. Sedangkan dari Solok memakai motif pakis, tunas bambu/pucuk rebung, bunga, dan lain-lain. Motif ini memiliki makna mengenai keabadian hidup.