Tekankan Pentingnya Integritas

101
Tekankan Pentingnya Integritas
Tekankan Pentingnya Integritas

KUTIPAN:
“Ulang tahun ini momentum instropeksi dan memperbaiki diri. PDI Perjuangan harus menunjukkan hadir di tengah masyarakat. Pancasila, Marhaenisme, harus diwujudkan secara langsung.”

RADARSEMARANG.ID, Ulang tahun ke-46 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harus menjadi momentum bagi partai berlambang kepala banteng, untuk instropeksi dan memperbaiki diri. Hal itu disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, usia 46 tahun, adalah usia matang bagi sebuah organisasi untuk semakin membumikan pergerakan untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Ulang tahun ini momentum untuk instropeksi dan memperbaiki diri. Di tengah sinisme publik yang tidak percaya dengan keberadaan partai politik, PDI Perjuangan harus mampu mengembalikan kepercayaan publik, dengan menunjukkan bahwa partai ini hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka,” kata Ganjar.

Ideologi Pancasila dan gerakan Marhaenisme PDI Perjuangan, lanjut Ganjar, harus diwujudkan dengan kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat secara langsung. Nilai-nilai kebangsaan, prularisme dan spirit gotong oyong, harus menjadi sikap dalam membela wong cilik.
“Caranya bagaimana, ya dengan kerja keras. Datangi masyarakat, ketuk pintu rumah mereka, bantu mereka jika ada yang membutuhkan pertolongan. Kalau PDI Perjuangan melakukan itu, maka masyarakat akan mencintai PDI Perjuangan, sehingga sinisme masyarakat terhadap parpol dapat dihapuskan,” tambahnya.

Selain itu, ulang tahun ini, lanjut Ganjar, harus menjadi momentum untuk melakukan kaderisasi . Sebab, menurutnya, tidak sedikit daerah di Indonesia yang kesulitan mencari kader yang baik, khususnya untuk jabatan eksekutif. “Kalau Jateng amanlah, karena di sini Kandang Banteng. Namun, banyak daerah lain di Indonesia yang sulit mencari kader yang mumpuni dan berintegritas tinggi. Persoalan kaderisasi ini, harus menjadi perhatian PDI Perjuangan,” ucapnya.

Sebagai partai yang solid, organisasi PDI Perjuangan, lanjut pria berambut putih ini, harus semakin mantap. Program-program kerjanya harus menggelinding dan dapat dinikmati oleh masyarakat.
“Jateng ini Kandang Banteng. Ini musti ditunjukkan betul. Di hari ulang tahun ini, yuk kita instropeksi, mari kita kembali merenung, mari kita berbuat semakin banyak untuk membela kepentingan masyarakat, di tengah masyarakat yang tidak percaya dengan parpol. Jateng harus bisa memberikan contoh kepada nasional, karena kalau bicara PDI Perjuangan ya Jawa Tengah,” tegasnya.

Masih Kandang Banteng

Jawa Tengah, lanjut Ganjar, masih menjadi acuan bagi organisasi PDI Perjuangan nasional. Sebutan Kandang Banteng, masih tersemat di provinsi ini. Meski saat ini, tutur Ganjar, banyak pengamat yang mulai menilai bahwa sebutan Kandang Banteng mulai terkikis dari Jawa Tengah. Hasil Pilgub Jateng 2018 lalu, menjadi acuannya, di mana suara PDI Perjuangan menurun, bahkan kalah di beberapa daerah di Jawa Tengah.

“Namun, saya tegaskan Jateng tetap masih Kandang Banteng. Buktinya, (Pilgub lalu) kemarin menang Ian. Kalau absolutisme kemenangannya mungkin orang bisa mempertanyakan. Itu tantangan bagi partai ini untuk memperbaiki ke depan, karena memang perhelatan politik adalah panggung pertempuran sesungguhnya.”