Pacaran Online, Diperas Rp 32 Juta

91

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota Tengah Polda Jateng mendalami kasus pemerasan dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), oleh D warga Pemalang dengan korban wanita berinisial IR, asal Batang.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu melalui Kasatreskrim AKP Supardi menjelaskan, korban bisa diperas pelaku hingga Rp 32 juta, karena memiliki foto-foto bugil korban“Pelaku bisa memeras karena memiliki foto bugil korban, sehingga mengancam jika tidak memberi uang akan disebarkan fotonya,” ucapnya saat ditemui di Mapolres Pekalongan Kota, pada Kamis (10/1).

Dijelaskan Supardi, kejadian bermula saat korban IR berkenalan dengan pelaku berinisial D, warga Pemalang, melalui media sosial, Facebook, padahal IR sendiri masih memiliki suami sah. Dengan berbagai macam jurus bujuk rayu pelaku, korban terpedaya sehingga bisa dibilang mereka pacaran secara online. Setelah itu beberapa hari kemudian tersangka memaksa untuk meminta email dan password pribadi milik korban.

Setelah kenalan berjalan dua minggu tersangka melancarkan aksinya dengan meminjam sejumlah uang kepada korban dengan dalih untuk mengurus kecelakaan di Bali. Karena percaya korban, mengirim uang sebesar Rp 2 juta. Selang beberapa hari tersangka kembali meminjam uang lagi dengan alasan untuk mempercepat pengurusan kecelakaan dan korban tetap percaya dengan mengirimkan uang sebesar Rp 4 juta.

Karena butuh uang, korban meminta tersangka mengembalikan uangnya, namun karena kedekatan dan keakraban antara keduanya, tersangka D mengajukan permintaan apabila ingin uangnya kembali, maka IR harus mengirimkan foto bugil telanjang dada dan juga telanjang dari dada sampai kaki namun masih memakai kerudung.

“Karena korban takut suaminya tahu tentang banyaknya uang yang sudah dikirim ke tersangka D dan takut hubungannya terbongkar, tanpa pikir panjang korban IR mengirimkan foto bugil sesuai permintaan,” jelas Kasatreskrim.

Namun tersangka, malah menggunakan foto tersebut sebagai senjata, unutk terus memeras korban IR. Sehingga berlanjut meminta korban mengirimkan beberapa uang, mulai dari Rp 3,5 juta sampai dengan Rp 6,5 juta. Dan yang terakhir pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2018 korban mengirimkan uang kepada tersangka D sebesar Rp 2 juta.

“Korban mau, karena diancam apabila tidak mengirimkan uang maka foto bugilnya akan di upload di media sosial,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar total Rp 32 juta juga mengalami tekanan batin serta mental atas tersebarnya foto-foto bugilnya di facebook atas namanya sendiri yang sudah dikuasi tersangka.
Atas laporan tersebut, Satreskrim Polres Pekalongan Kota langsung melakukan penyelidikan. Dan didapati sinyal online pelaku di Purwokerto Jawa Tengah. Setelah bekerjasama dengan kepolisian setempat, akhirnya anggota Satreskrim berhasil menemukan pelaku.

“Saat ini pelaku belum bisa kami bawa ke Pekalongan, karena masih mendekam di Polres Purwokerto atas kasus yang lain. Namun, jika kasus disana sudah ditangani, kami akan segera memproses kasus ini sampai tuntas,” tandasnya. (han/bas)