Jadi PR Mengasyikkan

248
Riadhotul Liana.DOKUMEN PRIBADI
Riadhotul Liana.DOKUMEN PRIBADI

RADARSEMARANG.ID, BEKERJA sebagai public relation (PR) bukan sesuatu yang mudah. Pasalnya, profesi ini mengemban tugas untuk membangun dan meningkatkan reputasi perusahaan. Karena itu, PR harus memiliki kemampuan paripurna dalam menyajikan citra sebuah perusahaan kepada publik dalam gambaran yang terbaik.

“Menjadi PR yang berdaya guna tak hanya dapat dipelajari lewat teori saja, tetapi harus lewat praktik atau pengalaman yang berharga,” ucap PR IKSA Brand, Riadhotul Liana kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dara manis kelahiran Grobogan, 18 Mei 1996, ini melanjutkan, menjadi seorang PR yang baik harus berani untuk berbicara langsung (direct), memiliki inisiatif yang baik, berani mengambil risiko, berpikir kreatif serta tidak boleh menutup diri. “PR harus gaul. Jika menutup diri, tentu akan menyulitkan pekerjaan,” ungkapnya.

Alumnus S-1 Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang ini mengakui, pekerjaan PR tidak boleh dilakukan asal-asalan atau sambil lalu. “Istilahnya kita tidak boleh leyeh-leyeh, santai-santai atau leha-leha. Harus fokus dengan pekerjaan supaya hasilnya maksimal,” katanya.

Perempuan yang juga aktif di Korp PMII Putri (Kopri) PC PMII Semarang itu membeberkan, sekitar setahun terakhir ini dirinya melakoni menjadi PR memang cukup mengasyikkan. “Kita bisa dapat banyak kenalan baru (relasi), pengetahuan terus bertambah, dan bisa kemana-mana keliling berbagai kota,” ujarnya. (san/aro)