Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Sosiodrama dalam Pembelajaran IPS

144
Oleh: Farida Aryani
Oleh: Farida Aryani

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Merupakan suatu upaya membangun dan mengembangkan potensi manusia agar memiliki karakter, integritas, dan kompetensi yang bermakna dalam kehidupan. Namun yang terjadi selama ini, pendidikan cenderung menitikberatkan pada penguasaan aspek pengetahuan. Proses pendidikan dan pengajaran mengabaikan pengembangan sikap dan keterampilan bersosialisasi, dengan menggunakan pendekatan yang mengarah ke indoktrinasi. Hal ini kurang memberi kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk menyampaikan ide-ide dalam pengembangan pengalaman dan potensi yang dimilikinya. Akibatnya pembelajaran seperi ini kurang mendukung pembentukan sikap percaya diri siswa karena siswa hanya cenderung mendengarkan penjelasan guru tanpa memiliki pengalaman belajar.

Kepercayaan diri merupakan modal dasar seorang manusia dalam pencapaian prestasi. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri akan memandang keberhasilan atau kegagalan tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada keadaan serta tidak mengharapkan bantuan orang lain. Sehingga sikap percaya diri bagi seorang siswa adalah modal utama sebelum mereka terjun ke dalam pergaulan masyarakat. Siswa yang memiliki kepercayaan diri diharapkan dapat membaur dalam masyarakat yang heterogen.

Memupuk kepercayaan diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai macam cara atau pendekatan. Salah satu cara melatih kepercayaan diri siswa adalah memberi ruang kepada siswa untuk dapat mengembangkan ide-ide kreatifnya dan memberikan pengalaman yang berbeda guna melatih kepercayaan dirinya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode role playing atau sosiodrama.

Sosiodrama merupakan suatu cara yang memberikan kesempatan pada siswa untuk mendramatisasikan sikap, tingkah laku atau penghayatan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari yang terjadi dalam masyarakat. Jadi metode sosiodrama berarti cara menyajikan bahan pelajaran dengan cara mempertunjukkan dan mempertontonkan atau mendramatisasikan cara tingkah laku dalam hubungan sosial. Metode sosiodrama memiliki tujuan dalam merangsang sikap kritis siswa dalam menanggapi situasi sosial, sehingga diharapkan siswa memiliki kesempatan untuk meninjau situasi sosial dari berbagai sudut pandang sebagai upaya mengkaji dan menemukan cara pemecahan suatu masalah sosial. Dengan cara tersebut dapat memunculkan kepercayaan diri siswa melalui penerapan pembelajaran sosiodrama.

Metode sosiodrama ini tepat digunakan dalam pembelajaran IPS. Metode sosiodrama memberikan suasana proses belajar mengajar yang lebih interaktif, tidak monoton, memberikan keleluasaan berfikir pada siswa serta siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut mampu merangsang keberanian siswa untuk aktif berbicara dan tampil di depan kelas, selain itu siswa akan diajak berdiskusi sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah-masalah sosial di masyarakat. Rasa percaya diri akan tumbuh ketika seseorang menghadapi masalah tersebut dan berusaha untuk mengatasinya, bukan menghindarinya. Untuk itu pembelajaran dengan mengunakan metode yang menuntut keaktifan siswa ini dapat meningkatkan kepercayaan diri pada siswa. (*/bas)
Guru IPS SMP Negeri 28 Semarang