Hilang Saat Diajak Balapan ke Puncak

Pendaki asal Magelang Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu

204
SELALU BERDOA : Ibunda Alvi Kurniawan, Marwati, 42, menunjukkan foto anaknya yang suka naik gunung. Marwati berharap, anaknya bisa kembali dengan selamat. (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)
SELALU BERDOA : Ibunda Alvi Kurniawan, Marwati, 42, menunjukkan foto anaknya yang suka naik gunung. Marwati berharap, anaknya bisa kembali dengan selamat. (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)

Seorang warga Candimulyo dilaporkan hilang sejak 2 Januari 2019 saat mendaki Gunung Lawu. Upaya pencarian belum membuahkan hasil. Pihak keluarga masih menunggu dengan cemas.

RADARSEMARANG.ID, RAUT wajah cemas dan air mata sering terlihat menetes di kedua mata Marwati, 42, warga Dusun Mejing Candimulyo Kabupaten Magelang. Bacaan istigfar dan lantunan doa tak henti-henti diucapkan. Ia berdoa agar anaknya, Alvi Kurniawan, 20, yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung
Lawu Kabupaten Karanganyar sejak Rabu (2/1) lalu, segera ditemukan.

“Saya terus berdoa, baca Al-Fatihah buat anak saya. Semoga cepat ketemu, selamat, tidak kenapa-napa. Mohon doanya,” kata Marwati, didampingi
adik Alvi, Rika Tri Nuraini, 15.

Marwati menceritakan, Alvi pamit, hendak mendaki gunung bersama teman-temannya pada Minggu (30/12) lalu. Saat itu, Alvi tidak mengatakan akan naik gunung ke Gunung Lawu.

Alvi sangat terburu-buru mengemas perlengkapan naik gunung, dan langsung pamit seraya mencium tangan. Saat berangkat, ia memakai kaos lengan pendek dan tas slempang kecil. “Alvi padahal baru saja pulang membantu saya jualan di pasar. Sampai rumah, kok langsung kemas-kemas pamit mau naik gunung. Saya sudah suruh Alvi untuk istirahat saja dulu, tapi bilange nanti kemalaman,” tutur Marwati.

Marwati baru mengetahui Alvi berangkat bersama enam temannya, mengendarai sepeda motor berboncengan menuju Gunung Lawu, Karanganyar. Alvi sempat memberi kabar kepada saudaranya jika ban sepeda motornya bocor di daerah Boyolali. “Alvi SMS sepupunya, kalau ban motornya bocor, dan sedang cari tambal ban. Itu kontak terakhir kami dengan Alvi,” imbuh Marwati.

Kabar hilangnya Alvi diketahui saat Marwati tim SAR di Gunung Lawu menelpon memberi kabar jika Alvi telah hilang dan mereka sedang melakukan pencarian.

Menerima kabar tersebut, suami Marwati, Mulyadi, 53, bersama adik Alvi, Nanang Pangestu, 18, langsung berangkat ke Karanganyar, Kamis (3/1) lalu. Keduanya ditemani sejumlah relawan dari Desa Mejing dan Kepala Desa Mejing, menuju basecamp Cemoro Sewu, Karanganyar. “Bapak dan adiknya sudah ke sana, biar dapat informasi jelas. Tapi sampai sekarang juga belum ada kabar lagi. Katanya di sana memang cuaca buruk dan sulit sinyal,” urai Marwati.

Rika menuturkan, kakaknya memang suka mendaki gunung. Alvi sudah mendaki beberapa gunung di Magelang yakni Merbabu, Prau, dan Andong. “Setiap dia pergi mendaki, kakaknya mesti berpamitan, dan selalu pulang setelah selesai mendaki. Biasanya 2 hari sudah pulang,” ungkap Rika.
Rika mengaku sempat marah dengan kakaknya karena tidak mengajaknya ikut serta mendaki Gunung Lawu. Biasanya, menurut Rika, Alvi sering mengajaknya. Namun saat naik gunung Lawu, Alvi melarang dirinya ikut karena khawatir kecapekan.

Alvi Kurniawan, pendaki asal Magelang, dilaporkan hilang di Gunung Lawu Karanganyar. Informasi yang dihimpun tim SAR dari teman-teman Alvi, ia hilang setelah diajak balapan menuju puncak Lawu oleh seorang perempuan asal Wonosobo. Menurut Keterangan yang ada, perempuan itu akan memberi Alvi imbalan, makan di Warung Mbok Yem yang ada di kawasan puncak. Hingga Sabtu (5/1) lalu, puluhan tim SAR dibantu polisi, warga, dan relawan, baik dari Karanganyar, Magelang sampai Magetan, masih mencari keberadaan Alvi. (had/ton)