Kejiwaan Perusak Nisan Diperiksa

15
BARANG BUKTI : Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Wakapolres Kompol Khamami beserta perwakilan FKUB Kota Magelang menunjukkan barang bukti hasil penangkapan pelaku pengrusakan nisan, Sabtu (5/1). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BARANG BUKTI : Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Wakapolres Kompol Khamami beserta perwakilan FKUB Kota Magelang menunjukkan barang bukti hasil penangkapan pelaku pengrusakan nisan, Sabtu (5/1). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Pelaku pengrusakan 23 nisan makam di empat TPU di Kota Magelang, akhirnya berhasil diringkus polisi pada Jumat (4/1) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Pelaku adalah FKB, 25, warga Kampung Karangkidul,Kelurahan Rejowinangun Selatan Magelang Selatan Kota Magelang.

Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan menjelaskan, FKB diringkus polisi saat tepergok melakukan aksi keempatnya di TPU Candi Nambangan Magelang Tengah, Jumat (4/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Aksi pelaku diketahui oleh warga yang saat itu mendengar bunyi benturan dari dalam makam TPU Candi Nambangan.

“Pada saat itu, saksi memergoki pelaku sedang berada dalam makam dan ditegur oleh saksi. Saat didekati, saksi melihat ada dua makam yang dirusak dan melihat pelaku membawa palu besi. Saat itu juga, saksi mengambil palu godam itu dan mengamankan pelaku,” tutur Kristanto dalam gelar perkara, Sabtu (5/1). Pelaku selanjutnya diserahkan pada pihak kepolisian beserta barang bukti.

Polisi kemudian melakukan pendalaman terhadap pola pengrusakan di tiga TKP lainnya yaitu TPU Giriloyo, TPU Kiringan dan TPU Malangan atau Tidar Krajan. Saat polisi memperlihatkan pelaku kepada saksi kunci di TKP Kiringan, menurut Kristanto, ciri-cirinya sama dengan orang yang dilihat saksi pada malam kejadian.

“Pelaku juga mengaku bahwa aksi pengrusakan di empat TPU dilakukan dirinya. Kami tegaskan bahwa pelaku pengrusakan ini adalah pelaku tunggal. Pelaku saat diamankan juga tidak ada perlawanan,” tandas Kristanto.

Total nisan makam yang dirusak berjumlah 23 buah dari empat TKP di Kota Magelang. Rinciannya, TPU Giriloyo Magelang Selatan sebanyak 11 buah nisan makam nasrani dan 1 buah makam muslim, TPU Kiringan 6 nisan makam nasrani dan 2 makam muslim, TPU Malangan 1 makam muslim, dan terakhir TPU Nambangan sebanyak 2 makam nasrani.

Hingga kini polisi, masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku melakukan pengrusakan. Polisi telah menggeledah rumah pelaku dan meminta keterangan dari ibu pelaku yang bekerja sebagai pedagang pasar.

Kristanto meyebutkan, pelaku merupakan lulusan Madrasah Aliyah dan pernah bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan finance di Kota Magelang. Pelaku tidak pernah bepergian ke luar kota dan terkait jaringan apapun. Pelaku dalam kesehariannya tekun beribadah dan juga saat melihat orang lain makan dengan tangan kiri maka langsung ditegur agar menggunakan tangan kanan.

“Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan dokumen administrasi berupa ijazah-ijazah dan KTP yang mana untuk foto pelaku sudah dicopot atau digunting. Berdasar informasi dari tetangganya bahwa pelaku pernah rawat jalan di RSJ dr Soerojo Magelang,” imbuh Kristanto.

Data dari RSJ dr Soerojo, pelaku memang benar pernah menjalani rawat jalan karena mengalami depresi pada April 2017 lalu. Selanjutnya pelaku mendapatkan pengobatan alternatif selama satu bulan di wilayah Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta.