Hijab Pertama

108

Oleh: Dahlan Iskan

Pernah ke Somalia?

Pernah.

Kapan?

Tahun lalu.

Lho, tahun lalu kan, ke Amerika?

Benar. Tapi ada ‘distrik Somalia’ di Amerika. Yang sekarang bikin heboh. Mengubah sejarah Amerika.

Letak distrik itu di negara bagian Minnesota. Saya ke sana. Makan di sana. Salat Jumat di sana.

Serba Somalia.

Salah satu wanitanya terpilih jadi anggota DPR Amerika: Ilhan Omar. Dilantik tanggal 3 Januari lalu. Pakai jilbab. Satu-satunya di DPR Amerika.

Ilhan wanita Islam pertama jadi DPR Amerika. Sebenarnya berdua. Dengan Rashida Tlaib. Wanita Palestina. Wakil dari Detroit Selatan. Tapi Rashida tidak pakai jilbab.
Amerika terpaksa mengubah undang-undang. Untuk satu orang Ilhan. Agar tetap bisa pakai jilbab.

UU lama mengharuskan anggota DPR mencopot tutup kepala. Siapa pun. Saat masuk ke ruang sidang. UU itu sudah berumur 181 tahun.

DPR menyediakan tempat topi. Di luar ruang sidangnya. Tapi topi Ilhan itu bukan sembarang topi. Itu jilbab. Yang sudah dikenakannya sejak lama. Pun saat kampanye. Pemilih tahu. Ilhan pakai jilbab. Bahkan jadi identitasnya. Meski biasanya jilbab itu hanya menutup rambutnya. Leher dan tengkuknya tetap terbuka.

Tentu tekanan sangat kuat. Agar Ilhan mencopot jilbab. Saat masuk ruang sidang. Agar tidak perlu mengubah UU. “Hanya saya yang berhak mencopot jilbab ini,” ujar Ilhan.

Dia kekeuh. Hak itu dijamin UU Dasar. Lebih tinggi dari UU. Tapi Ilhan tidak pernah menantang-nantang. Misalnya mengancam tidak mau dilantik.

Ia hanya selalu mengatakan satu kalimat itu.

Kebetulan partai Demokrat menguasai DPR. Cepat sekali. Sehari sebelum pelantikan UU itu diubah. Tidak perlu pansus. Begitu fleksibelnya Amerika.

Ilhan dilantik dengan jilbab hitam. Kali ini penuh. Sampai menutup leher.

Modelnya masa kini. Yang biasa dipakai wanita Indonesia.

Pengambilan sumpahnya model Amerika. Qurannya tidak di atas kepala. Melainkan di taruh di meja. Tangan Ilhanlah yang diletakkan di atas Quran itu.

Itulah Quran pemberian kakeknya. Saat Ilhan masih di Somalia. Umur 10 tahun. Lari dari rumah. Saat perang sipil berkecamuk. Ibunya sudah meninggal dunia.

Ilhan masuk barak pengungsian. Di Kenya. Lalu migrasi ke Amerika. Bersama 150 ribu pengungsi lainnya.

Ilhan pindah-pindah rumah. Ikut orang tuanya. Akhirnya menetap di Minneapolis. Di Minnesota itu. Umurnya sudah 14 tahun. Mulailah Ilhan belajar bahasa Inggris di situ.
Dan jadilah distrik itu mirip Somalia beneran.

Saat dilantik Ilhan mengajak serta ayah, suami dan anak-anaknya. Foto-foto bersama. Dengan jilbab yang sudah berganti warna: krem bermotif. Dengan model yang masih sama.