Awalnya Menolak, Kini Siap Main Lagi

Figuran-Figuran Film Layar Lebar

126
HAFALKAN NASKAH : Atie Krisnawati yang beradu peran dengan Maudy Koesnaedi di film Ave Maryam. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
HAFALKAN NASKAH : Atie Krisnawati yang beradu peran dengan Maudy Koesnaedi di film Ave Maryam. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, Keindahan jalinan cerita sebuah film tidak hanya ditentukan oleh para aktor dan aktris profesional. Akting para figuran, yang sering diambil dari orang biasa, menjadi hal yang tidak terpisahkan dari film. Berikut pengalaman sejumlah orang Semarang yang menjadi figuran film-film layar lebar.

PELUKIS perempuan Kota Semarang Atie Krisnawati awalnya tak mengira bisa main film. Bahkan satu layar dengan nama-nama besar di dunia akting tanah air seperti Maudy Koesnaedi, Chicco Jericho, Joko Anwar, Olga Lidya, serta Tuti Kirana.

Kesempatan bermain film layar lebar berjudul Ave Maryam, berawal dari tawaran seorang kurir dari rumah produksi Pratama Pradana Picture kepada perempuan yang lebih akrab disapa Atie Krisna ini. Awalnya, ia menolak karena merasa tak mampu berakting. Namun setelah menemuinya secara langsung, yang menawarinya bersikeras mendaulat dirinya. Akhirnya dengan perasaan tertantang Atie menyanggupi.

“Waktu itu, ketika kurir datang kerumah, langsung ngobrol ngalor ngidul, kemudian ditawari dan dia (kurir) merasa yakin untuk melibatkan saya,” Atie kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/1).

Perempuan kelahiran Semarang, 27 Maret 1951 ini, mengaku semua itu serba kebetulan. Karena memang sejak awal dirinya tak pernah bercita-cita menjadi pemain film. “Yang membuat tertantang itu, karena yang dimainkan bukan film sinetron tapi layar lebar. Pertama main saat itu yang saya rasakan biasa saja, maklum semua karena modal nekad dan tertantang,” jelasnya.

Untuk bisa berperan maksimal dan menjiwai, alumnus Sarjana Teknik Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang Ini, mempunyai cara khusus. Yakni dengan cara membangun rasa santai yang nyaman, sadar diri kalau tidak memiliki skill akting, kemudian sabar dan cukup menunggu apa yang diinstruksikan asisten sutradara.

“Kalau kesulitan, paling saat shooting tidak runtut dari depan, tapi sering dilakukan per scene, padahal ada ratusan scene, apalagi saya tidak dikasih script jalan cerita,” kenang Atie, saat ditemui di kediamannya di Jalan Borobudur Utara Raya nomor 6, Manyaran, Semarang.

Terkait rencana aktivitas di dunia peran ke depan, ia tidak memasang target apapun. Namun demikian, apabila ada yang menawarkan peran kepadanya, ia memastikan menyanggupi.
“Saya tidak punya target apapun, tapi tidak menolak bila ada yang memerlukan peran saya. Kalau terkait penghasilan, waktu itu yang saya dapatkan untuk peran figuran dengan durasi shooting 3 hari, mulai pagi siang malam diberikan fee Rp 3 juta,” kata Atie, sembari tersenyum.

Film Ave Maryam yang disutradarai oleh Robby Ertanto tersebut memang belum diputar di bioskop tanah air. Tapi film ini sudah melalang buana ke sejumlah festival film internasional. Seperti Cape Town International Film Market & Festival (CTIFM&F) di Amerika Serikat, Hanoi International Film Festival di Vietnam, Hongkong Asian Film Festival di Hongkong, Tiongkok.