Anggotanya Pelajar hingga Dosen, Biasa Berbagi Nasi Kotak

Melongok Aktivitas Laskar Sedekah Amanah Semarang

176
PEDULI SESAMA: Anggota Laskar Sedekah Amanah Semarang siap berbagi nasi kotak. (DOKUMEN PRIBADI)
PEDULI SESAMA: Anggota Laskar Sedekah Amanah Semarang siap berbagi nasi kotak. (DOKUMEN PRIBADI)

Laskar Sekedah Amanah (LSA) Semarang rajin menyambangi panti asuhan dan panti jompo di wilayah Kota Semarang untuk berbagi nasi kotak. Selain itu, kadang menyalurkan pakaian layak pakai, seragam sekolah, sembako dan obat-obatan.

AHSAN FAUZI

LASKAR Sekedah Amanah bermarkas di bilangan Jalan Mulawarman Utara 1 Tembalang. Aktivitasnya patut diacungi jempol. Mereka setiap Jumat atau minggu pada pekan pertama setiap bulan selalu menyambangi panti asuhan dan panti jompo untuk berbagi kebahagiaan dengan memberi nasi boks.

“Setiap Jumat atau Minggu di pekan pertama, kita selalu hadir ke panti asuhan memberi nasi boks. Setiap kali datang kita membawa 250 nasi boks. Jika anak panti jumlahnya tidak ada 250, kita kasih ke panti terdekat,” kata Ketua LSA, Wara Arini Ambarsari, Selasa (1/1).

Arini menjelaskan, kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak 2 Oktober 2015 atau sejak berdirinya komunitas tersebut.

Ia menuturkan, saat awal berdiri, namanya adalah Warung Sedekah Amanah. “Karena sering turun langsung ke panti-panti asuhan di Kota Semarang. Bertepatan dengan ulang tahun pertama, 2 Oktober 2016, kita sepakat mengubahnya menjadi Laskar Sedekah Amanah,” bebernya.

Ia menuturkan, hingga saat ini, anggota yang bergabung dengan LSA ada 50 orang. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dosen, guru, pegawai negeri sipil (PNS), pengusaha, mahasiswa hingga pelajar SD, SMP sampai SMA.

“Komunitas LSA ini murni sosial, tidak berafiliasi dengan golongan manapun atau parpol apapun. Kita terbuka, siapapun boleh masuk, asal misi kita sama, membantu atau menolong sesama,” tegasnya.

Perempuan berhijab ini menambahkan, barang yang disumbangkan datang dari iuran anggota dan para donatur. Ia mengaku, dari 50 anggota yang bergabung memang ada iuran bulanan dengan menyisihkan sebagian gaji atau uang jajan mereka untuk dikumpulkan membantu sesama.

“Memang kita buka rekening, banyak yang tertarik dengan aksi sosial kita, lalu mereka mentransfer mendonasikan sebagian harta mereka. Bantuan tidak melulu uang, berupa barang, seperti pakaian, sembako juga kita terima. Petugas kita siap untuk mengambilnya,” katanya.

Wakil Ketua LSA, Nur Muchida menambahkan, selain berbagi nasi kotak, pihaknya juga memberikan bantuan pakaian, seragam sekolah, sembako dan obat-obatan. “Kita pilih berbagi ke panti asuhan, kita ingin berbagi kebahagian dengan mereka. Tentu mereka pun butuh perhatian dari kita,” ucap wanita yang akrab disapa Ida Moenandar ini.

Masih menurut Ida, berbagi dengan sesama kepada masyarakat kurang beruntung, seperti dengan anak yatim piatu dan orang jompo penting untuk dilakukan. Sebab, sebagian rezeki yang kita miliki, sebagian ada hak mereka.

“Kami juga berharap selain ada perhatian dari pihak-pihak swasta, pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi mereka (penghuni panti asuhan dan panti jompo),” harapnya. (*/aro).