Sulap Pakaian Bekas Jadi Pot ‘Menghapus Jejakmu’

Melongok Kreativitas Remaja Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Semarang

152
KREATIF: Dua anggota IRPPM menunjukkan pot bunga ‘menghapus jejakmu’ yang dibuat dari pakaian bekas. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
KREATIF: Dua anggota IRPPM menunjukkan pot bunga ‘menghapus jejakmu’ yang dibuat dari pakaian bekas. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

Kreativitas perkumpulan remaja di Dukuh Mendak, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Semarang ini patut diacungi jempol. Mereka tergabung dalam Ikatan Remaja Putra Putri Mendak (IRPPM). Lewat tangan kreatif, mereka menyulap sejumlah barang bekas menjadi produk seni yang bernilai ekonomi.

EKO WAHYU BUDIYANTO

RADARSEMARANG.ID, PULUHAN baju bekas ditumpuk begitu saja. Sebagian baju bekas itu dikais dari tempat sampah warga. Melihat limbah baju bekas yang tidak sedikit, menimbulkan keprihatinan para remaja Dukuh Mendak Kelurahan Ngijo yang tergabung dalam Ikatan Remaja Putra Putri Mendak (IRPPM). Mereka khawatir baju bekas yang dibuang sembarangan akan menimbulkan penyakit. Karena itu, muncul ide menyulap baju bekas itu menjadi produk yang bernilai ekonomi. Produk yang dibuat berupa pot bunga yang diberi nama ‘menghapus jejakmu’.

Ketua IRPPM, Kustiawan, mengatakan, ide membuat pot bunga itu muncul setelah melihat banyak baju bekas milik warga yang dibuang begitu saja ke tempat sampah. Baju bekas yang dibiarkan menumpuk tersebut ditakutkan bisa menjadi sarang penyakit. Karena sering berkumpul, akhirnya ide memanfaatkan baju bekas muncul. Yakni, dibuat semacam pot bunga yang juga memiliki nilai seni. “Banyak pakaian bekas dibuang, baik itu pakaian anak-anak maupun dewasa. Dari situ muncul ide memanfaatkannya,” ujar Kustiawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pemuda 23 tahun ini mengakui, pembuatan pot bunga dari pakaian bekas tersebut dilakukan secara otodidak dengan melihat referensi di media sosial. “Awalnya lihat di Youtube bagaimana cara membuatnya,” katanya.

Saat awal membuat, tentu sempat diwarnai kegagalan. Meski begitu, ia dan teman-temannya tak putus asa. Adapun bahan yang digunakan untuk membuat pot antara lain pakaian bekas, semen, damdex (pengeras semen), dan cetakan dari kayu.

Pembuatannya diawali dengan memilih pakaian bekas sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, pakaian bekas tersebut direndam menggunakan semen dan diberikan obat pengeras. “Setelah direndam, ditaruh di atas mal (cetakan) kayu,” ujarnya.

Sembari menunggu mengeras, kain tersebut terus dibaluri air semen sampai 5 kali. Pada proses tersebut, lanjutnya, peran sinar matahari untuk mempercepat pengeringan sangat besar.

Setelah dinilai kering, pot yang sudah jadi tersebut diambil dari mal kayu dan diwarnai menggunakan cat kayu. Menurutnya, penggunaan cat kayu juga dapat melapisi semen agar tidak cepat rapuh saat tersiram air. Saat ini, pot ‘menghapus jejakmu’ tersebut juga banyak diminati oleh masyarakat luas. Adapun media promosinya dengan menggandeng pihak kelurahan. Kumpulan para remaja tersebut membuat ratusan pot kemudian digunakan untuk menghiasi sepanjang jalan kelurahan. Hal itu juga atas izin dari pihak kelurahan.

Anggota IRPPM, Andi Abdul Kohar, mengatakan, modal awal pembuatan pot tersebut berasal dari swadaya remaja. “Modal awal untuk membeli semen dan damdex. Untuk mal kayu kita membuat sendiri,” ujar Andi. Hasil kreasi perkumpulan remaja tersebut juga sudah memenangi beberapa lomba tingkat Kota Semarang. Seperti lomba kreativitas yang diselenggarakan oleh Polrestabes Semarang, di mana hasil kreasi remaja tersebut menyabet juara favorit. Juga dalam lomba kreasi anak bangsa yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang, di mana produk mereka menyabet juara III.
“Lomba bulan bakti gotong royong mandiri yang diselenggarakan Pemkot Semarang kita juga dapat juara tiga,” kata cowok 22 tahun ini.