Kelurahan Ngijo Kembangkan Potensi Tanaman Buah

77
TEMATIK: Ketua RT 05/02 Dukuh Pendakan Kelurahan Ngijo, Eko Siswanto saat memperlihatkan tanaman dan taman kampung tematik, kemarin.EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG
TEMATIK: Ketua RT 05/02 Dukuh Pendakan Kelurahan Ngijo, Eko Siswanto saat memperlihatkan tanaman dan taman kampung tematik, kemarin.EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemanfaatan kualitas tanah dilakukan oleh masyarakat Dukuh Pendakan, RT 05/02 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati yaitu dengan melakukan penanaman pohon buah jeruk dan jambu air.

Kampung tematik buah-buahan tersebut dipilih karena memang potensi dari wilayah itu sendiri. Ketua RT 05/02 Dukuh Pendakan Kelurahan Ngijo, Eko Siswanto mengungkapkan pengambilan kampung tematik buah-buahan tersebut disesuaikan dengan banyaknya warga setempat yang berjualan buah di sepanjang jalan Pandanaran Kota Semarang.“Disini penanaman kita lakukan di satu tempat yaitu di tanah bengkok, kurang lebih 3.000 pohon jeruk dan jambu,” ujar Eko, Selasa (25/12).

Menurutnya, selama ini peminat dari dua jenis buah tersebut sangat tinggi. Selain itu, jenis tanaman tersebut juga tidak mengenal musim. Baik itu saat musim kemarau maupun penghujan tetap berbuah.

Penanaman ribuan pohon buah itupun dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.“Masing-masing warga kita wajibkan membawa satu pohon untuk ditanam di lahan bengkok tersebut,” katanya.

Untuk penjualan saat panen, warga tidak perlu khawatir. Karena mereka jual sendiri di sepanjang Jalan Pandanaran Kota Semarang.“Pionir kita tetap jambu citra, karena memang jenis itu rasanya lebih enak,” ujarnya.

Bahkan apabila pesanan melebihi stok, tidak sedikit warga yang mendatangkan jeruk maupun jambu citra dari wilayah lain. Hanya untuk memenuhi pemesan. Kondisi tanah yang subur, menurutnya, sangat cocok apabila ditanami buah-buahan. Khususnya jeruk dan jambu air. “Pminat banyak dan kita ada stok,” katanya.

Untuk menegaskan jika wilayah tersebut merupakan kampung tematik buah-buahan, satu taman yang terdapat patung buah juga didirikan. Sebagai monumen yang menegaskan tentang kampung tematik tersebut. Selain itu, gapura masuk ke Dukuh Pendakan juga dibuat menyerupai ranting pohon. Dibentuk dengan arsitektur yang lebih simpel.

Untuk bibit, warga melakukan pembibitan sendiri. Pembibitan dilakukan di dalam pot plastik. Kreativitas warga tidak berhenti disitu. Saat ini warga setempat juga tengah mengembangkan tanaman hias.“Yang tanaman hias masih belum kita lounching, karena ini masih persiapan,” tuturnya. (ewb/bas)