Semarang Jadi Magnet Wisatawan

Pariwisata Semarang Makin Menggeliat

525
Jembatan Banjir Kanal Barat. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)
Jembatan Banjir Kanal Barat. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, PARIWISATA di Kota Semarang makin menggeliat. Jumlah wisatawan meningkat pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal tersebut tidak lepas dari peran Pemerintah Kota Semarang yang getol mengembangkan potensi wisata di Kota Atlas. Mulai dari pembenahan infrastruktur, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga menggelar event event bertaraf internasional.

HENDI
HENDI

Tidak hanya itu, Pemkot Semarang juga menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Belakangan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Brisbane Australia dan Nanjing.

Masjid Agung Jawa Tengah. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)

Sektor pariwisata diyakini Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, menjadi sektor unggulan dan menjanjikan di era milenial ini.
Secara nasional, sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa kedua bahkan lebih tinggi daripada sektor migas. Kondisi nasional inipun diamini Kota Semarang yang memiliki banyak potensi wisata menarik baik berupa bentang alam maupun atraksi wisata yang terus dikreasikan. Seperti even Pasar Semarangan Hutan Tinjomoyo, pengembangan cagar Budaya kawasan Kota Lama, pembuatan Bridge Fountain serta penyelenggaraan berbagai even berskala nasional maupun internasional seperti Semarang Night Carnival dan MXGP.

Taman Sri Gunting dan Gereja Blenduk. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)
Taman Sri Gunting dan Gereja Blenduk. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)

Dengan perkembangan di sektor pariwisata yang sangat signifikan menempatkan Kota Semarang menduduki peringkat ke-4 kota pariwisata terbaik di Indonesia dalam event Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award tahun 2018. Salah satu indikatornya adalah jumlah wisatawan yang meningkat dari 2,09 juta wisatawan pada 2011 menjadi 5.024.476 juta wisatawan pada 2017. Di tahun 2018 hingga awal Desember tercatat ada 5.028.508 wisatawan. Hal ini berimbas pula pada jumlah tempat penginapan dan restoran juga mengalami kenaikan, dari yang semula 168 penginapan dan 1.071 restoran di tahun 2011 menjadi 818 penginapan dan 1.884 restoran di tahun 2017.

Lawang Sewu. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)
Lawang Sewu. (HUMAS PEMKOT SEMARANG)

Melalui konsep pembangunan berbasis aksesibilitas, atraksi dan amenitas, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya untuk mempermudah akses bagi siapapun yang akan berkunjung ke Kota Semarang. Seperti Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani yang semakin representatif, bahkan menjadi bandara di atas laut pertama di dunia tanpa reklamasi. Juga ke depan akan didukung kereta semi cepat jalur Jakarta – Semarang ditempuh dalam 3 jam dan Semarang – Surabaya yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.

Sementara untuk atraksi, banyak hal yang telah diupayakan antara lain melalui revitalisasi lahan-lahan non produktif seperti Pasar Semarangan Tinjomoyo, menginisiasi 177 kampung tematik, merestorasi kawasan Kota Lama, mengadopsi proyek pembangunan objek wisata di negara lain yaitu Bridge Fountain, menyelenggarakan event internasional serta meningkatkan daya tarik ruang-ruang publik yang ada di Kota Semarang.