Pemkot Diminta Perhatikan Nasib Warga Tergusur

85

RADARSEMARANG.ID,MAGELANG – Anggota DPRD Kota Magelang meminta Pemkot Magelang memperhatikan nasib warga tergusur di lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Kota Magelang, yaitu Jalan Soekarno Hatta kawasan Kelurahan Rejowinangun Utara Magelang Tengah.

Pasalnya, kondisi warga yang tergusur sangat miris tanpa listrik dan air bersih, terlebih saat ini musim hujan. Ketua Fraksi Hannas DPRD Kota Magelang, HIR Jatmiko, Minggu (16/12) kemarin, mengaku trenyuh dengan kondisi para warga yang digusur oleh Pemkot Magelang. Jatmiko menuturkan, sebagian warga yang digusur tersebut, banyak yang merupakan warga Kota Magelang.

“Mereka ada yang KTP-nya Kota Magelang lho. Saya ke sana, miris melihatnya. Bertahun-tahun mereka di sana, terus tiba-tiba tanpa ada kompensasi apapun digusur begitu saja karena ada rencana lokasi tersebut untuk membangun pasar induk. Padahal entah kapan akan dibangun pasar induk tersebut, belum jelas. Yang jelas nasib para warga tergusur ini, kasihan. Mbok diuwongke sama Pemkot,” tegas Jatmiko.

Meskipun lokasi tersebut memang milik Pemkot, namun setidaknya Pemkot juga harus memperhatikan nasib warga yang digusur, terlebih sudah bertahun-tahun tinggal di lokasi tersebut. Jatmiko mengakui warga yang tergusur, untuk sementara memang tidak mau dipindahkan ke rusunawa karena pertimbangan beberapa hal.

Hal yang lebih miris, menurut Jatmiko, warga yang sudah susah payah membangun rumahnya, begitu saja dibongkar tanpa ada kompensasi apapun.
“Ini yang membuat iba, mereka membongkar sendiri tanpa ada kompensasi pembongkaran atau solusi menempati di mana untuk sementara. Banyak warga yang tergusur terpaksa membuat rumah sementara di sekitar lokasi tersebut, tanpa listrik, air bersih maupun sanitasi layak. Saya minta Pemkot harus bertindak, perhatikan nasib mereka,” tandasnya.

Dia meminta Pemkot harus mempunyai rasa simpati dan empati terhadap nasib warga gusuran tersebut. “Daripada anggaran pembuatan DED Pasar Induk sebesar Rp 300 juta dikeluarkan, padahal pembangunan belum jelas, lebih baik anggaran tersebut untuk menangani warga tergusur ini saja dulu,” usulnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno mengatakan, rencana pembangunan pasar induk, harus direncanakan dengan matang. “Pemindahan warga yang tinggal di lahan itu harus dimulai dari sekarang, didata. Karena ini terkait dengan penanganan semuanya,” tukas Budi. (had/lis)