Bawaslu Serahkan Berkas Dugaan Pelanggaran Caleg

55
SERAHKAN BERKAS : Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid (dua dari kiri) menyerahkan berkas ke Satreskrim Polres Wonsosobo beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID,WONOSOBO – Dua calon anggota legislatif (caleg) diduga melakukan pelanggaran kampanye, karena menumpangi kegiatan pemerintah yang dibiayai keuangan negara. Setelah proses klarifikasi dan pembahasan tahap dua di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonosobo, akhirnya menyerahkan berkas pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Wonosobo Jumat (14/12/2018).

Penyerahan berkas dilakukan Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid bersama dua anggota Komisioner Bawaslu, yakni Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi, Nasir Salasa dan Koordinator Penindakan, Eko Fifin Haryanti.

Berkas diserahkan kepada Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto didampingi Kepala Urusan Bina Operasi (KBO) Satreskrim, Iptu Waryanto. Dia mengungkapkan, dari dua caleg tersebut, satu merupakan caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah dan satu lagi caleg DPRD Wonosobo.

Pihaknya telah melakukan dua kali pembahasan di Sentra Gakkumdu bersama Polres dan Kejaksaan Negeri Wonosobo. Dari hasil pengembangan yang dilakukan, yakni melalui investigasi dan klarifikasi terhadap sedikitnya terdapat 20 orang saksi dari berbagai unsur.

Baik audien, pelaksana kampanye, Pemkab Wonosobo selaku penyelenggara kegiatan, bahkan dua saksi ahli dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Dikatakan, jika ditinjau dari peristiwa kegiatan yang diduga ditunggangi dua calon wakil rakyat tersebut, pendanaan kegiatan bersumber dari APBD. Kegiatan tersebut berkaitan dengan pelatihan kewirausahaan dan seorang caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah bertindak sebagai pemateri. Namun, setelah kegiatan ditutup, masih di kesempatan yang sama mereka menyampaikan materi-materi kampanye kepada para peserta.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto menyebutkan, setelah menerima berkas laporan kasus tersebut, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak Bawaslu yang menyerahkan temuan dan akan dibuat laporan polisi. Setelah itu, akan memanggil saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti, serta akan memanggil terlapor dengan segera. (cr1/lis)