Gubernur Akmil Ingatkan Taruna Tak Mengelompok

151
TINJAU TARUNA : Gubernur Akmil, Mayjen TNI Dudung Abdurachman Selasa (4/12) mengunjungi taruna tingkat IV 2018/2019, yang sedang melaksanakan Diksarcabpa Kavaleri di Pusdik Kavaleri. (Penhumas Akmil for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID,MAGELANG – Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengingatkan agar tidak ada pengelompokkan dalam kehidupan taruna. Selain itu, gubernur juga meminta agar para taruna bisa harmonis di antara senior dan junior.

Hal ini diungkapkan Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman Selasa (4/12/2018) saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pusdikav, yang berada di bawah jajaran Pusat Kesenjataan Kavaleri, Kodiklat TNI AD.

Kunjungan kerja Gubernur Akmil ke Pusdik Kavaleri dalam rangkaian kegiatan pengawasan dan pengendalian secara melekat, kepada para taruna tingkat IV tahun pelajaran 2018/2019, yang sedang melaksanakan pendidikan dasar kecabangan perwira (Diksarcabpa) kavaleri.

Mayjen Dudung mengatakan, taruna yang mengikuti pendidikan sebanyak 21 orang. Para taruna ini, tergabung dalam korp Kavaleri kemudian melanjutkan pendidikan dasar kecabangan perwira selama lima bulan.

“Para taruna digembleng di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) di lembah Kawah Candradimuka satuan lapis baja dan berkuda, yang dikenal dengan ‘Tri Daya Cakti’ yaitu daya gerak, daya kejut dan daya tembak atau dikenal dengan si Baret Hitam,” imbuh Gubernur Akmil Dudung.

Dalam kesempatan tersebut, ia memerintahkan para taruna tingkat IV peserta pendidikan kecabangan perwira (Kavaleri), agar melakukan perubahan yang signifikan untuk menghindari tindak kekerasan. Selain itu, Mayjen Dudung juga meminta para taruna untuk mengimplementasikan kepemimpinan (azas, prinsip dan sifat).

“Tidak ada pengelompokan dalam kehidupan taruna. Jalin hubungan yang harmonis antara taruna senior dan junior. Ciptakan taruna untuk menjadi pemimpin yang jagoan. Lembah Tidar lembaga untuk membentuk karakter, menciptakan pemimpin yang punya integritas bukan biasa-biasa saja” tegasnya. (had/lis)