Disperkimhub Optimistis Proyek Selesai Akhir Tahun

91

RADARSEMARANG.ID,WONOSOBO – Melihat pembangunan fisik yang baru capai 62 persen hingga akhir Oktober lalu, Kepala Dinas Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo, Bagyo Saratono mengungkapkan optimismenya akan menyelesaikan sisa proyek tahun 2018.

Pasalnya jika proyek tidak bisa diselesaikan maka dana bantuan keuangan (DBK) dan dana alokasi khusus (DAK) tidak bisa cair di tahun ini. Menurutnya saat ini pihaknya mengaku sudah mengeluarkan surat penunjukan penyediaan barang dan jasa (SPPBJ) pada tanggal 29 November dan telah dilakukan penandatanganan kontrak pada 30 November lalu.

“Untuk proyek dilakukan 30 hari kalender. Saat ini sudah mulai dilakukan. Kami optimistis proyek bisa diselesaikan akhir Desember 2018,” ungkapnya.
Menurut dia, keterlambatan proses pembangunan proyek fisik tersebut dikarenakan adanya sanggahan dari peserta lelang, sehingga pemenang lelang baru bisa ditetapkan 29 November.

Untuk lokasi proyek lampu penerangan jalan umum tenaga surya terdapat di delapan ruas jalan dengan jumlah titik mencapai sebanyak 393. “Untuk material sudah ada tinggal dipasang, insya Allah kami yakin bisa cepat selesai,” akunya.

Hal ini menepis anggapan Singgih Kuncoro, Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Wonosobo yang menyebutkan kekhawatirannya apabila proes pembangunan tidak selesai bisa diselesaikan hingga akhir tahun ini.

Secara terpisah Singgih Kuncoro beberapa waktu lalu pernah menyampaikan bahwa capaian kemajuan fisik proyek pembangunan baru 62,27 persen. Dirinya sangat berharap di bulan Desember bisa selesai. Walaupun ada kegiatan-kegiatan yang di perubahan ini muncul kegiatan di masing-masing OPD, terkait bantuan keuangan provinsi dan dana alokasi khusus, ini harapannya tanggal 14 Desember sudah mencapai 75 persen.

“Masalahnya, Jika tidak mencapai 75 persen maka dana bantuan keuangan dan DAK dari pusat dicairkan. Jadi ini akan menjadi tanggung jawab pemkab untuk bisa dianggarkan pada 2019. Kemarin kita rapat pengendalian operasional belanja langsung (POPL), harapannya tanggal 14 Desember masing-masing OPD yang melaksanakan bantuan keuangan provinsi dan DAK bisa memacu kegiatan sampai 75 persen,” ungkapnya.

Pihaknya khawatir ada salah satu dinas yang hingga awal Desember ini belum menerbitkan surat perintah mulai kerja (SPMK). Padahal, anggaran proyek pembangunan fisik yang telah dialokasikan, nilainya cukup signifikan.

“Kami khawatir sekali di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), kaitannya dengan lampu penerangan jalan umum tenaga surya, nilainya mencapai Rp 18 miliar dari DAK,” beber dia.

Namun demikian, pada saat rapat POBL yang dilakukan pada 29 November lalu, SPMK belum diturunkan. Pihaknya mengaku pesimistis, apakah dinas tersebut bisa menyelesaikan proyek kegiatan tersebut hanya dalam hitungan beberapa hari.

Selain proyek cukup besar itu, ada juga proyek kegiatan yang hingga saat ini baru proses lelang, padahal angkanya juga cukup besar dari bantuan keuangan provinsi yakni mencapai Rp 800 juta untuk pembuatan zona selamat sekolah. (cr1/lis)