40 Grup Kesenian Meriahkan Temanggung Night Carnival

107
KARNAVAL : Salah satu penampilan kesenian kuda lumping dalam ajang Temanggung Night Carnival Sabtu (17/11/2018). (Humas Kab Temanggung for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID,TEMANGGUNG – Menyemarakkan HUT Temanggung ke-184, digelar Night Carnival pada Sabtu (17/11/2018) akhir pekan lalu di Temanggung. Acara berlangsung meriah melibatkan sekitar 40 grup kesenian dari 20 kecamatan dan menyedot perhatian puluhan ribu penonton. Night Carnival dimulai dari depan kantor Telkom sampai Tugu Jam.

Kemudian peserta pawai sambil beratraksi sampai depan kantor Kejaksaan Negeri Temanggung yang merupakan panggung kehormatan. Di area panggung kehormatan para peserta unjuk kebolehan menampilkan atraksinya di hadapan bupati, wakil bupati, forkompimda, dan pejabat terkait serta masyarakat.

Masing-masing kesenian diberi alokasi waktu sekitar 5 menit untuk beraksi, selanjutnya mereka mengakhiri pentasnya di seputaran alun-alun Temanggung. Pada kesempatan itu Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan pawai kesenian tradisional bertajuk Temanggung Night Carnival.

Bupati berharap semoga dengan diselenggarakannya acara tersebut masyarakat bisa terhibur, sehingga soliditas antarwarga semakin terjaga demi terwujudnya kondusivitas Kabupaten Temanggung.

“Saya berharap dengan bertambah usianya Kabupaten Temanggung memasuki 184 tahun, Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmatnya sehingga roda pemerintahan berjalan lancar, masyarakat guyub rukun makmur dan sejahtera. Dengan demikian cita-cita mewujudkan Temanggung yang tentrem, marem dan gandem dapat terwujud,“ ujar Khadziq.

Kepala Bagian Humas Witarso Saptono Putro mengatakan, Temanggung Night Carnival diisi pergelaran berbagai kesenian tradisional dari 20 kecamatan. Di antaranya topeng ireng, gatholocho, kuda lumping , sorengan, ndolalak, reog, lengger, tek-tek dan calung, prajuritan, kubro siswo.

Kesenian tersebut digelar pada malam hari untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat bisa menyaksikannya. Bila diiselenggarakan siang atau sore hari tidak semua masyarakat bisa menonton, karena sebagian masih bekerja, ataupun yang pelajar masih sekolah.

Dikemukakan, perayaan peringatan hari jadi ke-184 Kabupaten Temanggung tahun 2018 ini juga menarik daerah lain dengan mengirimkan duta keseniannnya. Yakni dari Kabupaten Kediri Jawa Timur dan Kota Magelang. Dari Kediri menampilkan kesenian panji dan dari Kota Magelang menyuguhkan kesenian kuntulan.

“Pada perayaan hari jadi ke-184 Kabupaten Temanggung, panitia menggelar berbagai atraksi hiburan dengan memberdayakan kesenian dan seniwati lokal. Hal ini sebagai upaya agar kesenian-kesenian yang ada bisa survive tidak punah. Di samping itu diaharapkan bisa berdampak positif untuk mendongkrak pengembangan wisata, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke Temanggung “ katanya. (*/lis)

Silakan beri komentar.