Kisah D’Masiv Manggung di Tengah Guyuran Hujan dan Tepukan Tangan

41

JawaPos.com – Ada cerita menarik dan tak terlupakan bagi para personil band D’Masiv. Band yang beranggotakan Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum) itu memiliki pengalaman tak terlupakan saat manggung di Banda Aceh pada awal-awal karirnya.

“Banyak yang berkesan, tapi yang paling berkesan itu di Aceh, waktu itu 2009,” kata Rayyi saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Saat itu, lanjut Rayyi, D’Massiv sedang naik daun dengan album pertamanya Perubahan. Mereka pun diundang untuk tampil di Aceh. Sayangnya, saat itu cuaca tidak mendukung. Ketika giliran manggung, hujan pun turun.

Kisah D'Masiv Manggung di Tengah Guyuran Hujan dan Tepukan Tangan
Demi penonton, D’Masiv cerita pernah manggung di tengah guyuran hujan dan tanpa musik. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Jadi, kita udah semangat nih, udah rapi, pas sampai venue hujan badai. Atap panggung udah amblas segala macem tapi penonton nggak beranjak,” papar Rayyi.

Sekitar 10 ribu orang setia berdiri di depan panggung menyaksikan panggung yang atapnya rubuh dan D’Masiv yang tak kunjung keluar. Masalahnya, segala properti basah dan tidak memungkinkan menyalakan sound system takut kalau-kalau korsleting listrik terjadi.

Namun, Rayyi mengatakan melihat antusiasme penonton, D’Masiv pun tak tinggal diam. Mereka naik ke atas panggung yang basah kuyup. Mereka berlima hujan-hujanan bersama penonton. Menyapa mereka dengan menyanyikan beberapa lagu tanpa diiringi alat musik kecuali tepukan tangan.

“Mungkin ada 10 ribuan orang dan mereka bayar. Kalau kita nggak jadi manggung bakal gimana kecewanya mereka. Panitia sih bilang nggak usah, tapi akhirnya kita main bawain 4 lagu, harusnya 10 lagu. Listrik udah nggak memungkinkan jadinya kita semua hujan-hujanan. Jadi, Rian nyanyi, kita (anggota band lain) tepuk tangan sambil nyanyi juga,” kenang Rayyi.

Rian dan Rama sang gitaris pun tertawa mengingat momen itu. Mereka membenarkan cerita Rayyi dan akhirnya penonton juga mengikuti tepukan tangan mereka sambil bernyanyi.

“Sayangnya saat itu belum ada Instagram. Jadi, tidak terabadikan,” seloroh Rama.

(yln/JPC)

Silakan beri komentar.