Desa di Batang Miliki Banyak Inovasi

76
BURSA DESA – Bupati Batang Wihaji meninjau stan di Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa Kabupaten Batang Tahun 2018, di pendopo Kabupaten Batang, pada Kamis (15/11/2018). (Lutfi Hanafi/Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID,BATANG – Sejalan dengan program one village one product (satu desa satu produk UKM), Pemkab Batang menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa Kabupaten Batang 2018 di pendopo Kabupaten Batang, Kamis (15/11/2018).

“Batang kini sudah memiliki banyak produk unggulan dari desa-desanya, tercatat ada 92 produk yang sudah berjalan dan sudah beredar di pasaran hingga sekarang,” papar Bupati Batang Wihaji setelah membuka BID.

Diungkapan bupati dari data yang diterimanya, saat ini ada 92 inovasi desa. Hal tersebut sangat luar biasa, namun patut diingat pula, saat ini dihadapkan pada revolusi industri. Semua serba canggih, menggunakan teknologi tinggi dalam dunia e-comerce.

“Kini produksi akan banyak menggunakan tenaga mesin, kita harus bersiap. Makanya inovasi dari desa di Batang sangat perlu. Bahkan bertujuan untuk dijadikan inspirasi bagi desa lain,” sebutnya.

Dia berharap, inovasi yang sudah ada kali ini harus berkelanjutan, bermanfaat dan terus memunculkan wirausaha baru. “Harapan saya dengan adanya ini, bisa nyambung dengan program menciptakan 1.000 wirausahawan baru, serta one village one product,” tandasnya.

Terkait program itu, bupati akan mempertegas dengan membuat surat keputusan. Sehingga nanti setiap desa di Batang, memiliki nama julukan sendiri seusai produk yang paling banyak. Seperti desa pisang, desa madu atau desa dengan produk khusus tertentu.

Pada kesempatan tersebut Wihaji juga meminta pelatihan untuk pelaku usaha harus berlanjutan. Setiap pelatihan melibatkan 3 unsur yang penting. Selain pemberian ilmu, penyelenggara juga harus mendatangkan pemodal dan pembeli atau pemasaran.

“Jangan asal buat pelatihan kerja saja, tapi tidak diberi modal dan tidak dijual, akan percuma, ini tentu akan buang waktu dan biaya saja, tidak ada manfaatnya,” terusnya.

Terbukti sejak dilakukan pengawalan, ada beberapa pelatihan UKM yang kini sudah berjalan sesuai harapan. Karena setelah bisa membuat produk, pelaku UKM juga diberi modal serta dibantu pemasarannya oleh pemerintah.

Sementara itu Kepala Dispermasdes Kabupaten Batang Tulyono menjelaskan pada even yang pertama kali digelar ini, peserta antara lain tim pelaksana inovasi desa (TPID) dari 15 kecamatan, kepala desa (kades), ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa (PD) serta pendamping lokal desa (PLD) se-Kabupaten Batang. (han/lis)

Silakan beri komentar.