Hujan, Produksi Genting Terganggu

102
TERDAMPAK HUJAN : Perajin di Desa Tegowanuh Kecamatan Kaloran, Temanggung sedang memproduksi genting mengunakan mesin pres. (Humas Kab Temanggung for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Datangnya musim hujan berdampak pada aktivitas perajin genting di Desa Tegowanuh Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Karena tidak ada panas maatahari, proses pengeringan genting menjadi lebih lama. Produksi genteng siap jual juga menjadi lebih lambat akibatnya berpengaruh pada pendapatan perajin.

Salah seorang perajin Sarinten, 54, di sela-sela mencetak genting menuturkan pada musim kemarau waktu pengeringan hanya butuh waktu dua hari, namun sekarang menjadi 3 sampai 4 hari.

Hal itu mengakibatkan proses produksi genting siap jual juga mengalami keterlambatan. Jika pada musim kemarau dalam 1 bulan bisa melakukan pembakaran, kini paling cepat 1,5 bulan baru bisa membakar.

Dikemukakan dengan lamanya waktu untuk bisa membakar maka secara otomatis memengaruhi pendapatan. Sebab jika sebelumnya dalam sebulan sudah ada pemasukan dari penjualan genting sekarang harus menunggu 1,5 bulan baru bisa menjual.

Dengan kondisi demikian, ia harus pintar-pintar mengelola keuangannya agar bisa cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“Genting bisa dijual kalau benar-benar sudah kering. Kalau belum kering betul kualitas genting yang dihasilkan tidak bagus. Akibatnya malah sulit dipasarkan bahkan sama sekali tidak laku dijual sehingga merugi. Oleh karenanya ditunggu sampai kering siap bakar meski waktunya lebih lama, ”ujarnya Kamis (15/11/2018).

Diceritakan, setiap kali proses pembakaran dalam satu tobong bisa membakar 6.000 biji genting. Setelah selesai dibakar, genting siap dipasarkan dengan harga di tempat 1.000 per biji.

Pemasaran relatif lancar karena selain dipasarkan di daerah sendiri, acapkali para pedagang dari luar daerah datang. Sedang bahan baku berupa tanah, para perajin membeli dari luar dusun dengan harga Rp 210.000 untuk 1 rit kendaraan open cup. Dari 1 rit tersebut bisa diproduksi menjadi 1.100 biji menggunakan mesin cetak press, dengan kecepatan produksi 50 biji/jam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Roni Nurhastuti mengharapkan para perajin genting tetap mempertimbangkan kualitas dalam memproduksi.

Jangan hanya mengejar waktu produksi, genting yang dibakar masih magel (setengah kering) dijual, pasti nanti hasilnya tidak bagus sehingga perajin merugi.

Berkaitan dengan musim hujan, Rony meminta agar perajin pandai memenej waktu, sehingga genting yang dijemur tidak sampai kehujanan. Sebab bila sampai kehujanan akan membutuhkan waktu lebih lama lagi agar bisa kering, bahkan malah menjadi rusak. (*/lis)